TribunTimur/
Home »

Gowa

Minta Dana Perjalanan Rp 19 Miliar, Anggota DPRD Gowa Nilai Wajar

Setelah sebelumnya Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menuding penolakan permintaan anggaran sehingga terjadi pemboikotan

Minta Dana Perjalanan Rp 19 Miliar, Anggota DPRD Gowa Nilai Wajar
TRIBUN TIMUR/WAODE NURMIN
Rapat Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa kembali diskorsing, Kamis (30/11/2017). Diskorsingnya lagi-lagi karena anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gowa yang hadir tidak qourum. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Permintaan anggaran perjalanan Rp 19 M oleh anggota DPRD Gowa berbuntut panjang.

Setelah sebelumnya Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menuding penolakan permintaan anggaran sehingga terjadi pemboikotan, kali ini anggota Badan Anggaran (Banggar) juga beri komentar.

Salah satunya Asriady Arasi, yang kepada beberapa media mengatakan jika permintaan itu adalah hal wajar.

"Saya mewakili teman teman Banggar mau meluruskan, usulan itu menurut kami kira sangat wajar dan logis. Usulan penambahan anggaran DPRD itu didasari oleh surat permintaan pimpinan kepada anggota terkait program usulan," katanya Selasa (5/12/2017).

Dari usulan itu, dasar permintaan melihat dari adanya eksekutif mendorong prolegda di tahun 2018 sebanyak 12 buah yang tentu harus dipersiapkan 12 pansus.

Belum lagi kinerja kita harus menghasilkan perda inisiatif yang juga akan membutuhkan anggaran yang besar.

"Program tahunan lainnya yang harus dianggarkan yaitu peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD. Itu semua perlu anggaran," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, yang kembali menanggapi komentar banggar, menilai sebaliknya.

"2016 itu 20 prolegda dengan anggaran Rp 16 M. Itu 20 loh bisa selesai. Masa karena kenaikan dua ranperda saja mintanya sampai Rp 19 M. Yang pasti kita tidak akan akomidir yang Rp 19 M itu," ujarnya kepada sejumlag media.

Halaman
12
Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help