TribunTimur/

Guru Besar Unhas Bertambah Dua Orang, Ini Namanya

Unhas menggelar rapat senat akademik terbuka Iuar biasa dalam rangka prosesi penerimaan jabatan guru besar di ruang senat

Guru Besar Unhas Bertambah Dua Orang, Ini Namanya
HANDOVER
Guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas), bertambah lagi dua orang. Hal tersebut setelah Unhas usai menggelar rapat senat akademik terbuka Iuar biasa dalam rangka prosesi penerimaan jabatan guru besar di ruang senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Selasa (5/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) bertambah lagi dua orang. Hal tersebut setelah Unhas menggelar rapat senat akademik terbuka Iuar biasa dalam rangka prosesi penerimaan jabatan guru besar di ruang senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Selasa (5/12/2017).

Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA dalam sambutannya, mengatakan bahwa bertambahnya guru besar dari Fakultas Teknik sebagai tanda pertumbuhan semakin maju. Dan guru besar merupakan kekuatan bangsa yang menciptakan inovasi dan teknologi kata Prof Dwia.

“Setiap guru besar diharapkan bisa menghasilkan karya atau produk ilmiah yang bermanfaat untuk bangsa dan karya yang dibuat bisa terus ditingkatkan sehingga bisa menjadi produk yang digunakan di masyarakat,” harap rektor dalam sambutannya.

Mereka yang dikukuhkan sebagai guru besar yaitu Prof Dr Ir Onny Surjono Sutresman MT sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Krkuatan Material Departemen Teknik Mesin Unhas bersama dengan Prof Dr Rudy Djamaluddin ST M Eng guru besar dalam bidang Ilmu Struktur Beton Bertulang Fakultas Teknik.

Prof Onny tampil membawakan pidatonya dengan judul Kelayakan Baja Ringan Profil HS-75 Sebagai Material Pengganti Balok Kayu yang Digunakan Sebagai Rangka Atap. Sementara Prof Rudy Djamaluddin sebagai guru besar dalam bidang dengan judul pidato “Rekayasa Struktur Beton Bertulang Berbasis Ramah Lingkungan dalam Mendukung Konstruksi yang Berkelanjutan”.

Profesor Rudy Djamaluddin menyimpulkan bahwa bahan dasar beton dari aggregate alam dapat di efisienkan penggunaannya dengan pendekatan rekayasa struktur yang dalam hal ini menggunakan penulangan sistem rangka. Dengan sistem penungalangan rangka maka bahan beton hanya digunakan pada daerah dimana keunggulan bahan beton diperlukan.

Sementara Profesor Onny Surjono Sutresman mengatkan bahwa pertumbuhan pendudduk yang cukup besar akan diikuti dengan kebutuhan tempat tinggal untuk berlindung. Oleh karena itu, memerlukan pembangunan infrastruktur untuk mengimbangi pemukiman penduduk tersebut.

Sedangkan, dalam pembangunan tersebut banyak membutuhkan balok kayu yang merupakan material utama yang digunakan sebagai rangka atap bangunan dan sudah sewajarnya perlu mencari material alternatif untuk pengganti kayu.

Dengan demikian, kini Unhas memiliki 376 guru besar. Prof Onny menempati urutan ke 375 dan Prof Rudy pada urutan ke-376.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help