TribunTimur/

Wah, Belum Setahun Gubernur dan Wagub Sulbar Sudah Pecah Kongsi

Hal itu disampaikan Enny, untuk menepis isu bahwa dirinya enggan hadir dalam setiap rapat paripurna pembahasan RPJMD di Gedung DPRD Sulbar.

Wah, Belum Setahun Gubernur dan Wagub Sulbar Sudah Pecah Kongsi
nurhadi/tribunsulbar.com
Pasangan Gubernur Sulbar terpilih Ali Baal Masdar–Enny Angraeni Anwar (ABM-Enny) di d’Maleo Hotel Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamata Mamuju, Kabupaten Mamuju, Kamis (27/4/2017). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Wakil Gubernur Sulbar, H. Enny Angraeni Anwar, mengungkap bahwa dirinya sama sekali tidak pernah dilibatkan oleh Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM) dalam proses penyusunan hingga pengesahan RPJMD Sulbar 2017-2021.

Hal itu disampaikan Enny, untuk menepis isu bahwa dirinya enggan hadir dalam setiap rapat paripurna pembahasan RPJMD di Gedung DPRD Sulbar.

"Saya kira semua kita tahu, ada yang bilang bahwa saya curhat namun sebenarnya tidak, karena saya cuma ingin meluruskan jangan sampai anggota DPRD beranggapan saya sengaja tidak mau hadir dalam rapat paripurna RPJMD ini, sehingga saya sampaikan bahwa saya tidak mau melakukan sesuatu yang saya tidak tahu. Karena memang saya tidak tahu soal RPJMD, karena saya tidak pernah dilibatkan mulai penyusunan hingga disahkan menjadi Perda," ungkap Enny saat ditemui usai menghadiri penatikan Ikatan Jurnalis Sulbar, di d'Maleo Hotel, Jl. Yos Sudarso, Senin (4/11/2017).

Ia menjelaskan, soal kehadiran saat paripurna pengesahan RPJMD beberapa waktu lalu, semata-mata karena memikirkan rakyat atau ingin menyelamatkan RPJMD, sebab Gubernur ABM dapat hadir dalam beberapa kali kesempatan di rapat parupura.

"Saya hadir karena ingin menyelamatkan RPJMD, sebab kalau tidak disahkan pada saat itu kita akan dikenakan sanksi karena waktu itu adalah titik-titik akhir, sehingga saya berpikir harus bertanggungjawab kepada rakyat yang memilih saya karena tampa RPJMD tidak akan tercapai pembangunan sesuai yang kita cita-citakan lima tahun kedepan," ujarnya.

Ia menambahkan, kehadirannya bukan sepenuhnya menyepakati hal tersebut, namun kata Enny, RPJMD merupakan produk yang harus ditetapkan dalam waktu yang telah ditetukan berdasarkan aturan, sebab tampa RPJMD, APBD 2018 Sulbar dan seterusnya tidak akan beres. Sebab menurutnya mau tidak mau harus hadir pada saat itu.

"Saat itu memang saya menyampaikan dihadap DPRD bahwa saya tidak pernah dilibatkan, namun saya hanya meluruskan atau membenarkan pernyataan DPRD yang mengatakan bahwa kita semua tahu bahwa saya tidak dilibatkan dalam penyusunan RPJMD,"tuturnya.

Ali dan Enny memenangkan Pilgub Sulbar 2017 yang digelar Februari lalu.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help