TribunTimur/
Home »

Gowa

Rapat KUA- PPAS DPRD Gowa Diboikot, Adnan Sebut Karena Tolak Anggaran Perjalanan Rp 19 M

Adnan mengumpamakan anggaran sebesar tersebut bisa membangun masjid, lapangan syekh yusuf dengan public space dan jalan sepanjang 15 Kilometer.

Rapat KUA- PPAS DPRD Gowa Diboikot, Adnan Sebut Karena Tolak Anggaran Perjalanan Rp 19 M
WA ODE NURMIN
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan akhirnya blak-blakan tentang alasan dibalik pemboikotan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) oleh anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gowa. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan akhirnya blak-blakan tentang alasan dibalik pemboikotan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) oleh anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gowa.

Kepada wartawan di lokasi panen raya swasembada program upsus Kodim 1409 Gowa di Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng Barat Adnan mengatakan bahwa anggota dewan meminta anggaran perjalanan sebesar Rp 19 Miliar.

"Ada anggaran yang diminta dewan yang saya tolak. Uang Rp 19 Miliar untuk perjalanan. Itu yang tidak saya setuju karena menurut ku tidak rasional. Makanya saya menolak. Jangan karena saya tolak, rapat banggar di boikot," ujarnya.

Adnan mengumpamakan anggaran sebesar tersebut bisa membangun masjid, lapangan syekh yusuf dengan public space dan jalan sepanjang 15 Kilometer.

"Masa Rp 19 M hanya dipake untuk jalan-jalan saja. Makanya saya tolak. Apakah ini kepentingan pribadi diatas kepentingan rakyat, kalau kita jelas kepentingan rakyat diatas segala-galanya," katanya lagi.

Olehnya Adnan mengaku lebih memilih mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) dari pada harus memenuhi kemauan anggota dewan.

"Nanti kita koordinasikan dengan provinsi dan kementerian dalam negeri bahwa ini ada seperti ini," lanjutnya.

Waktu ekspose anggaran, pihak ada tiga RKA yang diserahkan ke pihak eksekutif oleh Sekwan, satu indikatif yang dari eksekutif, satu dari pimpinan dan satu dari banggar.

"Yang mana ini, bingung kita," jelasnya.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help