TribunTimur/

Ingat Yah! Jangan Sebut Cacat atau Tuna, Tapi Difabel

Abdul Rahman yang juga atlet difabel menekankan kepada masyarakat untuk tidak lagi menggunakan istilah cacat atau tuna.

Ingat Yah! Jangan Sebut Cacat atau Tuna, Tapi Difabel
risnawati/tribuntoraja.com
Penyandang Disabilitas bersama puluhan penggiat alam bebas dalam Tim Pendakian Bersama Difabel Menembus Batas part II, saat Upacara di Puncak Gunung Sesean, Sesean Suloara, Toraja Utara, Sulsel, Minggu (3/12/2017). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Keseteraan (PerDIK), Abdul Rahman meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi menyebut kaum difabel dengan istilah cacat.

Hal tersebut dikatakan Abdul Rahman disela Upacara Peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2017 di Puncak Gunung Sesean, Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (3/12/2017).

Peringatan Hari Penyandang Disabilitas dilakukan bersama penggiat alam bebas yang tergabung dalam Tim Pendakian Bersama Difabel Menembus Batas part II.

Baca: Agus AN Harap Hak Politik Kaum Difabel Diwujudkan pada Pilgub 2018

Baca: Taklukkan Puncak Gunung Sessean Toraja Utara, Tim Difabel Menembus Batas Lakukan Ini

Abdul Rahman yang juga atlet difabel menekankan kepada masyarakat untuk tidak lagi menggunakan istilah cacat atau tuna kepada orang yang berkebutuhan khusus.

"Tapi mengunakan kata difabel atau disabilitas. Seperti difabel buta untuk netra, difabel daksa, difabel grahita (down sindrom). Ini karena semua orang sama dihadapan hukum dan tidak ada manusia rusak atau cacat," tutur Gusdur, sapaannya.(*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help