TribunTimur/
Home »

Gowa

Besok, Warga Ancam Tutup Lagi Jalan Poros Romang Polong

Hal ini dikarenakan tidak maksimalnya kerja perbaikan drainase yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minggu (3/12) kemarin.

Besok, Warga Ancam Tutup Lagi Jalan Poros Romang Polong
SANOVRA JR
Jalan Mustafa Daeng Bunga ditutup oleh warga di Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Jumat (1/12/2017. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA-Aliansi pemuda dan masyarakat Kelurahan Romang Polong kembali akan melakukan penutupan Jl. Mustafa Daeng Bunga.

Hal ini dikarenakan tidak maksimalnya kerja perbaikan drainase yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minggu (3/12/2017) kemarin.

Jenderal Lapangan Suwandi Sultan kepada Tribungowa.com, Senin (4/12), mengatakan PU hanya menggali drainease yang ada didepan puskesmas Samata.

"Kalau hujan pasti akan tergenang lagi, karena mereka cuman menggali drainase depan puskesmassaja. Itupun tidak maksimal. Rencananya besok kami akan kembali tutup jalan ketika tidak ada lagi kejelasan dari pemerintah provinsi," katanya.

Lebih jauh Suwandi menjelaskan jika penutupan jalan itu buntut dari kekecewaan pemuda dan masyarakat terhadap pemerintah, kelurahan Romang Polong dan provinsi.

"Sudah 5 tahun kami dijanji terus, karena belum ada realisasi mengenai perbaikan drainase ditiga titik genengan air dan terparah di Romang Polong, makanya kami lakukan aksi," lanjutnya.

Dia juga ingin mengklarifikasi isu yang berkembang bahwa aksi ini di tunggangi aktor politik.

"Saya sebagai jendlap mengutuk keras aktor-aktor politik yang coba mau menunggani. Apa yang kami mahasiswa lakukan adalah gerakan murni hati nurani nasyarakat setempat. Tidak ada kepentingan politik didalamnya apalagi di tunggangi aktor politik siapapun,"jelasnya.

Gerakan ini lahir dari beberapa pertemuan warga setempat dan pemuda Kelurahan Romang Polong.

Dari hasil pertemuan itulah lahir sebuah kesepakatan antar pemuda dan masyarakat Balang-balang Kelurahan Romang Polong untuk kemudian melakukan penutupan jalan di jalan poros Kelurahan Romang Polong.

"Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwasanya gerakan ini murni dan tidak ada unsur lain yang kemudian ingin menggerakkan kami. Gerakan Aliansi pemuda Kelurahan Romang polong adalah gerakan independen," tambahnya.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help