TribunTimur/

Komunitas Spiritual Jenariah Makassar Peringati Maulid Nabi Muhammad

Acara ini dihadiri ratusan orang anggota Komunitas Spiritual Jenariah maupun warga sekitar Jl Titang.

Komunitas Spiritual Jenariah Makassar Peringati Maulid Nabi Muhammad
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
Komunitas Spiritual Jenariah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Jl Titang, Kelurahan Balana, Kecamatan Makassar, Kamis (30/11/2017) malam. Peringatan Maulid Nabi Muhammad ini bertema Dengan Maulid Kita Tingkatkan Kebersamaan dan Kesatuan dalam Ber-Uswatun Khasanah. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komunitas Spiritual Jenariah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Jl Titang, Kelurahan Balana, Kecamatan Makassar, Kamis (30/11/2017) malam.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad ini bertema dengan Maulid Kita Tingkatkan Kebersamaan dan Kesatuan dalam Ber-Uswatun Khasanah.

Acara ini dihadiri ratusan orang anggota Komunitas Spiritual Jenariah maupun warga sekitar Jl Titang.

Mereka memakai pakaian serba hitam sebagai ajaran dari komunitas tersebut.

Pendiri dan Pemimpin Komunitas Spiritual Jenariah, H Mustafa Irate, mengatakan Jenariah adalah komunitas yang anggotanya merupakan murid rohani dari Sayyid Abdul Jalil atau Syech Siti Jenar.

Ia mengatakan, pakian hitam yang dipakai merupakan ajaran komunitas tersebut yang bermakna upaya untuk memperbaiki diri.

"Ada yang memandang kami dan bertanya pakaian yang serba hitam. Ajaran kami adalah kami menempuh jalan kegelapan, kami melihat diri kami gelap dan kotor, sehingga berupaya memperbaiki diri kami," kata dia.

KH Muhammad Syibli Sahabuddin hadi pada acara ini untuk memberi hikmah Maulid Nabi Muhammad.

Tak hanya itu, seperti Maulid Nabi suku Bugis pada umumnya, juga disediakan telur yang telah dihias sedemikian rupa dengan beragam hiasan.

Komunitas Spiritual Jenariah aktif melakukan zikir berjamaah di hotel dan dari rumah ke rumah. Komunitas ini beranggotakan aktivis, jurnalis, ahli tarikat, pejabat, dan politisi. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help