Komisi B Panggil Pemkab Bahas Nasib Distributor Pupuk di Bantaeng

Mereka berencana duduk bersama dengan pihak terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan.

Komisi B Panggil Pemkab Bahas Nasib Distributor Pupuk di Bantaeng
Edi Hermawan/TribunBantaeng.com
Rapat dengar pendapat dengan sejumlah pihak membahas kelangkaan pupuk di Ruang Komisi B DPRD Bantaeng, Kamis (30/11/2017). 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Komisi B DPRD Bantaeng merencanakan untuk duduk bersama dengan Pemkab Bantaeng, untuk membahas sepak terjang tiga distributor pupuk Bantaeng.

Mereka berencana duduk bersama dengan pihak terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan.

"Setelah ini kami berencana untuk duduk bersama dengan Pemkab dan melakukan evaluasi terhadap bagaimana ketiga pengecer pupuk di Bantaeng ini," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, usai rapat dengar pendapat dengan sejumlah pihak membahas kelangkaan pupuk di Ruang Komisi B DPRD Bantaeng, Kamis (30/11/2017).

Menurutnya, Pemkab adalah orang yang paling berhak memutuskan mengakhiri tidaknya kerjasama dan tugas dari Distributor tersebut untuk menjadi penyalur pupuk di Bantaeng mengingat masalah kelangkaan yang kerap terjadi.

"Pemkab kan yang punya kewenangan untuk menunjuk ataupun memberhentikan pengecer yang ditugaskan menjadi penyalur pupuk bersubsidi," tambahnya.

Dia juga mengaku ada oknum yang bermain dalam persoalan ini, sebab jumlah pengecer pada tiap desa yang seharusnya hanya satu, itu bahkan ada yang lebih dari dua.

Seperti diketahui, ada tiga Distributor resmi pupuk bersubsidi di Bantaeng, ketiganya adalah Koperasi Perdagangan Indonesia, CV Pikrah Jaya dan PT Marina.

Rapat dengan pendapat tersebut dihadiri oleh Wakapolres Bantaeng Kompol Irwan, perwakilan Dinas Pertanian Bantaeng, perwakilan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan serta sejumlah aktivis Forum Pemerhati Petani. 

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help