Kampungnya Tak Dialiri Listrik, Pemuda Puncak Sinjai Ingin Bangun Pembangkit Listrik Hidro

di Kampung Boja terdapat sekitar 30 kepala keluarga. Namun sampai saat ini belum menikmati listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Kampungnya Tak Dialiri Listrik, Pemuda Puncak Sinjai Ingin Bangun Pembangkit Listrik Hidro
HANDOVER
Pemuda Desa Puncak mencari titik sumber air untuk pendirian listrik tenaga hidro

Laporan Wartawan Tribun Timur Syamsul Bahri

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI- Sejumlah pemuda di Desa Puncak bergerak membantu warga di kampung Boja, Dusun Safaere untuk membangunkan listrik tenaga hidro.

Kepala Dusun Safaere, Desa Puncak Arham Afandy mnyampaikan bahwa di kampung Boja terdapat sekitar 30 kepala keluarga. Namun sampai saat ini belum menikmati listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Atas kondisi tersebut sejumlah pemuda di desa tersebut bergerak membantu warga kampung yang bermukim di daerah terpencil itu untuk mendirikan listrik bertenaga hidro.

"Ada 30 KK di kampung ini tak pernah menikmati listrik dari PLN. Makanya kami bergerak teman-teman pemuda untuk membantunya bangun listrik tenaga hidro," kata Arham Jumat (1/12/2017).

Di atas pegunungan Boja ada sumber air yang permanen dan diyakini jika dibangunkan pembangkit listrik bertenaha hidro maka dinilai cukup menerangi warga di kampung tersebut tanpa harus menunggu listrik dari pemerintah karena sumber daya alam cukup.

Tinggal kesiapan pemerintah daerah bisa membantu material yang dibutuhkan untuk mendirikan pembangkit listrik itu. Saat ini warga di Boja hanya mengadakan genset sendiri dan pelita. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help