Aktivitas Bongkar Muat Meningkat, 2018 Pelindo IV Investasi Alat

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) berencana melakukan penambahan sejumlah alat, utamanya Container Crane (CC)

Aktivitas Bongkar Muat Meningkat, 2018 Pelindo IV Investasi Alat
HANDOVER
Dirut Pelindo IV, Doso Agung 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) berencana melakukan penambahan sejumlah alat, utamanya Container Crane (CC) dan alat Chasis pada tahun depan, guna memacu produktivitas bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan kelolaan.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung dalam rilisnya, menuturkan penambahan alat baru tersebut untuk di beberapa pelabuhan, terutama di Pelabuhan Makassar sebagai barometer pelabuhan dengan aktivitas bongkar muat yang cukup lancar di Kawasan Timur Indonesia (KTI), serta di beberapa pelabuhan lainnya yang berada dalam pengelolaan Pelindo IV.

“Saat ini selain Pelabuhan Makassar, ada beberapa pelabuhan kelolaan Pelindo IV yang sudah menjadi pelabuhan yang cukup sibuk untuk kegiatan bongkar muat barang, misalnya Pelabuhan Pantoloan, Fak-fak dan Manokwari,” kata Doso saat melakukan Video Conference dengan 25 General Manager (GM) Cabang Pelindo IV, Jumat (1/12/2017).

Video conference tersebut dilakukan untuk mengevaluasi peningkatan pelayanan masing-masing cabang, sekaligus mengetahui permasalahan masing-masing cabang dan memberikan solusi atas masalah yang terjadi kepada masing-masing GM.

Di antara permasalahan yang dikemukakan adalah, terkait lahan penumpukan petikemas di Pelabuhan Manokwari yang mulai padat seiring program Tol Laut dan transhipment kapal.

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelindo IV, Farid Padang menambahkan, tahun depan BUMN pengelola jasa kepelabuhanan ini sudah menjadwalkan sejumlah investasi alat baru, seperti CC, chasis dan forklift yang akan ditempatkan di beberapa pelabuhan yang produktivitas bongkar muat barang cukup tinggi.

“Tahun depan kami akan investasi alat baru. Tentunya hal itu untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat barang, agar penumpukan petikemas tidak terlalu padat di beberapa pelabuhan yang cukup sibuk, seperti Pelabuhan Makassar, Manokwari, Pantoloan dan beberapa pelabuhan lainnya,” ujar Farid.

Menurutnya, dalam rangka transformasi pelabuhan konvensional menjadi pelabuhan petikemas, diperlukan kelengkapan suprastruktur untuk meningkatkan produktivitas, utamanya pada Pelabuhan Ternate, Sorong, Ambon, Pantoloan dan Kendari serta Pelabuhan Gorontalo dan Manokwari.

Namun ditambahkan Doso Agung, penambahan alat tersebut sebaiknya juga diikuti dengan inventarisir jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

“Selain itu juga, sudah harus disosialisasikan soal kenaikan tarif, berikut sosialisasi terkait dermaga multipurpose yang akan menjadi Terminal Curah Kering seiring kedatangan alat baru nanti, utamanya untuk di Pelabuhan Fak-fak,” tegas Dirut Pelindo IV.

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved