TribunTimur/

Aktivis Makassar Bakal Kumpul di Taman Harimau Kamis Depan, Ada Apa?

Aksi Kamisan ini telah 449 kali dilakukan di sejumlah kota di Indonesia. Khusus di Makassar nanti adalah merupakan kali pertama digelar.

Aktivis Makassar Bakal Kumpul di Taman Harimau Kamis Depan, Ada Apa?
HANDOVER
Hajriana Ashadi SH MH 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - perwakilan relawan Amnesty Internasional di Indonesia bekerjasama dengan relawan Komite Perlindungan Jurnalis Dan Kebebasan Berekspresi (KPJKB) akan menggelar Aksi Kamisan, Kamis siang, 7 Desember 2017 mendatang.

Bertempat di Taman Harimau Indonesia yang akrab disebut Taman Macan, Kota Makassar.

Aksi Kamisan adalah gerakan yang menyuarakan semangat kebebasan berekspresi dan perlawanan terhadap pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia maupun internasional.

“Aksi Kamisan ini akan dilakukan serentak di lima kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Solo dan Surabaya serta Makassar,” tulis Hajriana Ashadi SH MH, relawan KPJKB, melalui rilisnya, Jumat (12/1/2017).

Aksi Kamisan ini telah 449 kali dilakukan di sejumlah kota di Indonesia.

Khusus di Makassar nanti adalah merupakan kali pertama digelar.

“Untuk hajatan ini, kami mengundang para aktivis NGO, jurnalis, komunitas, para korban HAM serta korban kebebasan berekspresi serta sejumlah pihak lainnya,” kata mantan Ketua Badko Kohati Sulselbar ini.

Pada kegiatan perdana yang akan dimulai pukul 14.00 wita tersebut rencana dihadiri beberapa tokoh seperti mantan Ketua KPK RI Abraham Samad.

“Pak Abraham Samad akan orasi. Kemudian ada pembacaan puisi oleh Maysir Yulanwar. Juga akan dimeriahkan penampilan teater persembahan FKP Sulsel serta akan dihibur oleh DJ Austin,” tambah Hajriana.

Mengapa disebut Aksi Kamisan, kata Hajriana, karena ini adalah ritual pergerakan aktifis internasional dalam menyuarakan hak warga dalam berdemokrasi dan kebebasan berekspresi yang dilaksanakan setiap hari Kamis.

“Tujuannya antara lain sebagai bentuk pemberian pemahaman ke masyarakat terkait perubahan gerakan aktifis dalam menyuarakan aspirasi mereka tanpa harus turun ke jalan dengan aksi membakar ban dan kegiatan lainnya,” jelasnya.

Aksi Kamisan dirancang juga sebagai sebuah wadah bagi para aktifis untuk menyampaikan pendapat dalam bentuk yang lebih kreatif.

“Seperti berdialog dan saling berbagi cerita, seni musik, pembacaan puisi dan aktifitas kreatif yang lebih produktif yang bisa mengundang simpati masyarakat luas," ujarnya.

Target dari acara ini adalah bagaimana mencegah dan memberantas kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. (*)

Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help