TribunTimur/

LBH APIK Ikut Kampanye 16 H Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Kampanye 16 H Bertema Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan, Cegah Perkawinan Anak dan Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

LBH APIK Ikut Kampanye 16 H Anti Kekerasan terhadap Perempuan
nurul adha/Tribun
LBH APIK Makassar beserta jaringan Ikut Serta Kampanye 16 H Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 

Laporan Wartawan Tribun Timur Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan Indonesia (APIK) ikut serta mengampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Kampanye 16 H kali ini diperingati dengan tema Gerak Bersama: Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan, Cegah Perkawinan Anak dan Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Dipaparkan Direktur LBH APIK Makassar, Rosmiati Sain, tema ini menggambarkan bahwa kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan termasuk kasus perkawinan anak yang berdampak pada anak perempuan terbilang tinggi.

"Perkawinan anak merupakan fenomena sosial yang banyak terjadi di berbagai wilayah. Termasuk Sulsel. Baik di desa maupun di kota," ungkapnya.

Hal tersebut ia paparkan saat sedang roadshow media ke redaksi Tribun Timur di Jl Cenderawasih No 430, Kamis (30/11/2017).

Hadir Staf LBH APIK Kartini, Sulast, Emma Rahmayanti, Nur Akifah Janur, perwakilan Solidaritas Perempuan Anging Mammiri Nur Asiah dan Halina.

"Sekarang saatnya mengatakan cukup untuk perkawinan anak, tunda menikah dan lanjutkan sekolah. Kami sudah lakukan berbagai sosialisasi ke sejumlah wilayah yang dianggap rawan," jelasnya.

Menurutnya, pernikahan dini banyak terjadi karena kurangnya keasadaran orangtua. Bahkan, di beberapa kasus, faktor ekonomi menjadi hal utama mengapa pernikahan dini terjadi. Dimana, orangtua ingin mengalihkan tanggung jawabnya kepada suami sang anak.

"Sebenarnya hal ini juga nantinya akan menjadi cikal bakal terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Hingga ujung-ujungnya peran dan tanggung jawab akan kembali kepada si orang tua," ujar Rosmiati.

Nah, puncak acaranya akan berlangsung di Pangkep dalam event Car Free Day pada 10 Desember mendatang. (*)

Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help