Home »

Opini

opini

Farid Husain Beberkan Rahasia di Balik Perdamaian Sejumlah Konflik di Indonesia

Dalam beberapa kesempatan saya sering katakan bahwa berakhirnya sebuah konflik tidak secara otomatis melahirkan sebuah perdamaian.

Farid Husain Beberkan Rahasia di Balik Perdamaian Sejumlah Konflik di Indonesia
TRIBUN TIMUR/EDI SUMARDI
Dr Farid Husain dan Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal 2014 lalu 

Trust, Keikhlasan dan Ironi Perdamaian
Oleh: Farid Husain
(Delegasi Perdamaian Sejumlah Konflik di Indonesia)

To secure peace is to prepare for war
Pernyataan Carl Philip Gottfried von Clausewitz seorang ahli strategi militer dari zaman Presia di atas menegaskan bahwa perang dan damai merupakan pasangan abadi, layaknya keping mata uang.

Keberadaan yang satu menyiratkan keberadaan yang lain di sisi sebaliknya.

Sebuah perdamaian meski dianggap bagai jembatan emas menuju kebahagiaan, mesti diwaspadai akan kerapuhannya yang dapat berbalik menjadi pertikaian yang berdarah-darah.

Sejarah telah mencatat keberhasilan Indonesia menyelesaikan konflik secara bermartabat dan (semoga) permanen.

Dimulai tingkat Kabupaten Poso contohnya, Provinsi (Maluku), dan Nasional (Aceh). Bahkan ‘kebanggaan’ Indonesia atas tercapainya MoU Helsinki mendapatkan apresiasi dari dunia.

“Perdamaian Aceh jadi contoh yang baik bagi masyarakat global,” kata Nelson Mandela dalam suratnya saat peringatan perdamaian Aceh beberapa tahun silam.

Bahkan, salah satu indikator pemberian Nobel Perdamaian Tahun 2008 kepada Martti Ahtisaari karena ia menjadi mediator dalam MoU Helsinki.

MoU Helsinki dijadikan acuan oleh sejumlah negara dalam menyelesaikan konflik internal, khususnya konflik etnis politik.

Dalam sambutannya pada buku saya, Keeping The Trus For Peace (2011), Bapak Jusuf Kalla (JK) mengatakan begini:

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help