TribunTimur/
Home »

Maros

Waspada, Teroris Kini Rekrut Anggota Melalui Internet

Waspada dalam mengunakan internet. Pasalnya, teroris saat ini melakukan perektrutan anggota melalui jaringan internet atau media.

Waspada, Teroris Kini Rekrut Anggota Melalui Internet
www.liputanjambi.com
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Waspada dalam mengunakan internet. Pasalnya, teroris saat ini melakukan perektrutan anggota melalui jaringan internet atau media.

Teroris menarget semua kalangan untuk dijadikan anggota.

Hal ini dikatakan oleh Staf Ahli Pangdam bidang Hukum Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Suyuti MM saat menghadiri bedah buku yang berjudul Deradikalisasi Dunia Maya, karya Pangdam XIV Hasanuddin Mayjend TNI Agus Surya Bakti, Senin (27/11/2017).

Bedah buku yang digelar di aula Palaguna Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum (NU) Soreang, Kecamatan Lau, Maros ini, dihadiri AGH Sanusi Baco dan beberapa tamu undangan lainnya.

"Sekarang teroris bisa merektrut melalui internet. Jaringan teroris sudah global. Mereka sebagai penghancur agama. Ini yang dikhawatirkan sekarang. Apalagi, remaja dibilang gaptek kalau tidak punya ponsel," katanya.

Suyuti melanjutkan, sebelum ada internet, teroris merekrut di hutan atau tempat-tempat tertentu.

Namun seiring perkembangan tekhonolgi, Teroris merekrut dengan memanfaatkan internet.

"Ada dua jenis terorisme, yakni tradisional dan modern. Kalau tradisional, terorisme punya struktur, ada ketua dan anggotanya. Kalau terorisme modern, tidak ada strukturnya dan bisa merakit bom, bahkan paling kecil,"katanya.

Terorisme modern juga menjalin komunikasi secara intens, padahal tidak saling kenal di dunia nyata.

Banyak warga yang belajar merakit bom melalui online. Hal tersebut membuat teroris bari selalu bermunculan.

Untuk mengantisipasi perektrutan tersebut, peran warga sangat diperlukan.

Warga harus cerdas dan bijak menggunakan media, menjadikan terorisme sebagai musuh dan ancaman.

"Sekarang kita jauh tapi terasa dekat. Atau dekat tapi terasa jauh. Biasa kita satu meja, tapi semua sibuk urusi orang luar. Sosialisasi, perilaku, gaya, pola hidup dan pandangan sudah berkurang," katanya.

KET FOTO: ratusan santriwati hadiri bedah buku Deradikalisasi Dunia Maya, karya Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjend TNI Agus Surya Bakti di aula Palaguna Ponpes Nahdlatul Ulum Soreang, Maros.

Penulis: Ansar
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help