Ketua HPMM Enrekang Minta Pemerintah Bersikap Tegas kepada Investor

Tercatat sudah ada beberapa perusahaan yang akan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Enrekang.

Ketua HPMM Enrekang Minta Pemerintah Bersikap Tegas kepada Investor
muh asiz albar/tribunenrekang.com
Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM) Cabang Enrekang, Irdham Khaliq 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM) Cabang Enrekang, Irdham Khaliq, menilai Kabupaten Enrekang menjadi surga dan magnet bagi para investor.

Itu lantaran, Kabupaten berjuluk Bumi Massenrempulu memiliki kekayaan alam yang melimpah.

Kandungan hasil bumi seperti nikel dan marmer dengan kualitas terbaik di dunia terdapat di Kabupaten Enrekang.

Hal itu membuat para investor lokal maupun mancanegara berlomba-lomba masuk ke kabupaten penghasil dangke ini.

Baca: Muhammadiyah Enrekang Kirim 130 Kader ke Jeneponto, Ini Tujuannya

Tercatat sudah ada beberapa perusahaan yang akan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Enrekang.

Di antaranya adalah PT Arung Bungin Grup yang sudah bakal mengeksplor marmer yang ada di Kecamatan Buntu batu.

"Namun, sangat disayangkan masuknya para investor tak memberi efek yang baik bagi masyarakat," kata Irdham kepada TribunEnrekang.com, Minggu (26/11/2017).

Itu bisa dilihat dengan masih minimnya infraksturktur bagi warga di daerah wilayah tambang.

Baca: Ini Penyebab Dana Desa Tahap 2 Belum Cair di Kabupaten Enrekang

Padahal, ancaman bencana alam sebagai efek dari kegiatan penambangan yang dilakukan itu sangatlah besar.

"Masuknya para investor justru tak memberi andil positif tapi malah membahayakan kehidupan masyarakat, kalau dibiarkan ini sama saja menunggu Enrekang jadi daerah yang mati," ujar Ketum PMII Komisariat STMIK Handayani ini.

Ia berharap, pemerintah tegas dalam bersikap, termasuk dalam hal pembangunan infraksturktur yang baik dan merata di Enrekang.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help