Advetorial

Cegah Penyakit Kronis Dengan Konsumsi Makanan Ini

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kronis.

Cegah Penyakit Kronis Dengan Konsumsi Makanan Ini
dok.pribadi
Steak Wagyu 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tahukah Kamu? Penyakit Kronis adalah pembunuh nomor 1 di dunia. Ada banyak macamnya, mulai dari penyakit kronis yang paling umum sampai dengan penyakit kronis yang paling khusus, semuanya bisa dialami oleh seseorang.

Penyakit kronis yang paling sering dialami oleh masyarakaat adalah penyakit jantung, arthritis, depresi, Alzheimer, tekanan darah tinggi dan lainnya. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kronis, di antaranya adalah gaya hidup yang tidak sehat, beban pikiran, factor keturunan dan factor usia.

Baca: BNNK Tana Toraja Teken Kerja Sama dengan SMK Tira Rantetayo

Diagnosis dan pengobatan penyakit Kronis

Dalam mendiagnosis penyakit kronis, penting bagi dokter untuk menanyakan gejala yang dialami oleh pasien. Dokter akan menanyakan apakah pasien mengalami gejala penyakit kronis. Selain itu, dokter juga akan mengevaluasi riwayat kesehatan pasien, seperti bagaimana status mental, penyakit apa yang pernah atau sekarang diderita, obat-obatan apa yang dikonsumsi, dan adakah keluarga yang juga berpenyakit kronis.

Banyak orang terlambat menyadari gangguan kesehatan tubuh. Mereka umumnya baru sadar setelah kondisi berada di tingkat parah, yang tak jarang berujung fatal. Beberapa orang mengabaikan gejala awal penyakit kronis karena tanda-tanda yang muncul terkesan tak genting.

Mereka berpikir rasa tak nyaman yang muncul akan hilang dengan sendiri tanpa penanganan khusus. Agar tak terjebak kondisi fatal, jangan abaikan gejala kesehatan yang mungkin terkesan sepele berikut ini, seperti dikutip dari Shine.

Baca: 33 Randis DPRD Bantaeng Dikembalikan ke Pemkab

1. Gangguan Tidur

Amy Korn-Reavis, pakar terapi pernapasan dan gangguan tidur, memeringatkan kita agar tak abai dengan gangguan tidur. Wanita yang lama berkecimpung dengan persoalan ini melihat sangat jarang ada pasien yang datang ke dokter menceritakan memiliki masalah tidur. "Padahal jika mereka memiliki masalah tidur, mendengkur, dan tingkat kelelahan tinggi, mereka harus berkonsultasi dengan dokter, untuk melihat kemungkinan terkait gangguan jantung, diabetes, atau tekanan darah tinggi," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Alfian
Editor: Sakinah Sudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved