TribunTimur/

Tiga Tersangka Baru Proyek Pengadaan Bak Sampah Segera Disidang, Begini Kata Kajari Enrekang

Ketiga tersangka baru yang telah ditetapkan itu adalah HP (33), AR (39) dan RA (39), mereka berperan sebagai pelaksana kegiatan proyek tersebut.

Tiga Tersangka Baru Proyek Pengadaan Bak Sampah Segera Disidang, Begini Kata Kajari Enrekang
Muh Azis Albar/TribunEnrekang.com
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Enrekang, Emanuel Ahmad. 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Status tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Enrekang sudah masuki tahap dua.

Proyek tersebut menelan anggaran DAK dan DAU tahun 2014 sebesar Rp 551 juta.

"Terkait tiga tersangka itu, prosesnya sudah masuki tahap dua, kita juga sudah lakukan prosesi penyerahan tersangka dan barang bukti," kata Kepala Kejaksaan negeri (Kajari) Enrekang, Emanuel Ahmad kepada TribunEnrekang.com, Minggu (19/11/2017).

Ia menyebutkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan saksi dan tiga tersangka tersebut.

Baca: Kejari Enrekang Tetapkan 3 Tersangka Baru Proyek Pengadaan Bak Sampah

"Semua prosesnya sudah lengkap, intinya dalam waktu dekat berkas akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tikpikor) Makassar," ujar Emanuel.

Dia menambahkan, nantinya yang menyidangkan kasus tersebut adalah tim dari Kejari Enrekang.

Ketiga tersangka baru yang telah ditetapkan itu adalah HP (33), AR (39) dan RA (39), mereka berperan sebagai pelaksana kegiatan proyek tersebut.

Sudah ada empat tersangka yang diseret Kejari Enrekang dalam kasus tersebut.

Baca: Ini Alasan Terpidana Kasus Korupsi Bak Sampah di Enrekang Ajukan Kasasi ke MA

Sebelumnya, Kepala Dinas Disperindag Enrekang, Hardi yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (KKLHKP) telah lebih dulu divonis satu tahun penjara.

Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bak sampah (TPS) itu diduga merugikan negara senilai Rp 151 juta.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help