Soal Kasus Ekstasi Amir Aco, Granat Maros: Kami Curiga Pegawai Lapas Terlibat

Apalagi, setiap barang yang akan masuk akan diperiksa ketat oleh penjaga. Ektasi tersebut merupakan milik terpidana mati, Amir Aco.

Soal Kasus Ekstasi Amir Aco, Granat Maros: Kami Curiga Pegawai Lapas Terlibat
ANSAR/TRIBUN TIMUR
Ketua DPC Granat Maros, Muh Bakri 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Muh Bakri curiga Kalapas Klas I Makassar mengetahui masuknya ekstasi 989 butir ke Lapas, Minggu (19/11/2017).

Apalagi, setiap barang yang akan masuk akan diperiksa ketat oleh penjaga. Ektasi tersebut merupakan milik terpidana mati, Amir Aco.

Menurutnya, ada oknum lapas yang menerima keuntungan dan menikmati hasil penjualan ekstasi tersebut.

"Kenapa bisa kecolongan sehingga ektasi itu lolos masuk ke Lapas. Sementara kalau pembesuk masuk ke Lapas, pasti diperiksa ketat. Pasti ada yang main disitu," katanya.

Seharusnya, Lapas juga rutin melakukan pemeriksaan ke tahanan. Namun hal tersebut tidak dilakukan. Hal ini membuat Aco berhasil menyimpan ekstasinya.

"Kenapa ada ponsel juga di dalam Lapas. Sementara itu sudah dilarang. Pihak Lapas ini tebang pilih. Kalau bandar diberikan kebebasan memegang ponsel sampai delapan. Kalau orang biasa, pasti ponselnya selalu disita," katanya.

Polda Sulsel membongkar ekstasi di Lapas setelaj mendapatkan informasi dari Bea Cukai Makassar. Petugas curiga dengan paket yang dikirim melalui PT POS Indonesia.

Paket tersebut ditujukan ke pasangan Andi Sandra dan Suriansah di Makassar. Setelah menerima informasi, Polda langsung melakukan penyelidikan.

Polisi kemudian mengamankan dua pria yang ingin menjemput paket tersebut, yakni Thamrin (42) dan Arsyal (16).

Setelah mengamankan penerima, Polda Sulsel melakukan pengembangan dan membekuk seorang nenek berusia 73 tahun, Sulpiati Dg Kanang di rumahnya, jalan Cendrawasih IV dan seorang gadis, Amirah (18).

Saat di interogasi, paket tersebut dikendalikan oleh terpidana mati, Amir Aco. Barang tersebut dipesan oleh narapidana Nusakambangan, BOS.

Penulis: Ansar
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved