TribunTimur/
Home »

Gowa

Pilgub Sulsel 2018

90 PPK dan 501 PPS Gowa Ikuti Bimtek Penyelenggaraan Pilgub, Ini Tujuannya

Bimtek tersebut yang dihadiri unsur Muspida, pimpinan SKPD Gowa serta Komisioner KPU Gowa, Panwaslu Gowa dan para camat.

90 PPK dan 501 PPS Gowa Ikuti Bimtek Penyelenggaraan Pilgub, Ini Tujuannya
HANDOVER
PPK dan PPS Gowa mengikuti bimbingan teknis tentang penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2018 di Hotel Sheraton, Makassar, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA-  90 panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan 501 panitia pemungutan suara (PPS) Gowa mengikuti bimbingan teknis tentang penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2018 di Hotel Sheraton, Makassar, Selasa (14/11/2017).

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan membuka langsung Bimtek tersebut yang dihadiri unsur Muspida, pimpinan SKPD Gowa serta Komisioner KPU Gowa, Panwaslu Gowa dan para camat.

Ketua KPU Gowa, Zaenal Ruma usai melantik PPS mengungkapkan para anggota PPK dan PPS di Gowa akan bekerja maksimal mengawal dan melaksanakan penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulsel 2018.

"Bimtek ini berlangsung dua hari untuk anggota PPK sedangkan PPS hanya sehari," katanya.

SementaraAdnan yang menjadi keynote speaker memberikan materi bersama Kapolres AKBP, Aris Bachtiar serta pihak Kejaksaan Negeri Sungguminasa, mengatakan jika PPS adalah ujung tombak penyelenggara pemilihan.

"karena mereka itu harus menjabarkan dan menjalankan tugasnya sesuai undang-undang. Kita berharap pemilihan di Gowa menjadi pemilihan terbaik di Sulsel. Jangan ada cacat pelaksanaan di Gowa," ujarnya.

Adnan mengakui jika tetangga Kota Makassar itu adalah wilayah yang paling seksi jika berhubungan dengan pilkada.

Karenanya, tanah kelahiran pahlawan nasional Sultan Hasanuddin selalu saja masuk dalam zona merah.

Namun kategori itu kata Adnan menjadi motivasi Gowa untuk berganti hijau.

"Buktinya pada Pilkada Gowa lalu bisa berlangsung lancar dan baik. Karena semuanya berdasarkan sistem dan aturan dan bukan berdasar kepentingan pribadi dan golongan," ujarnya.

Ia juga berpesan agar PPS jangan mudah terprovokasi oleh opini-opini yang menyesatkan. Karena itu jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dari isu-isu yang mengalir. (*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help