TribunTimur/

Tabung Elpiji 3 Kg Langka, Begini Respon Anggota Komisi VII DPR RI

Kelangkaan tabung elpiji 3 kg yang terjadi beberapa hari terakhir di Kota Makassar

Tabung Elpiji 3 Kg Langka, Begini Respon Anggota Komisi VII DPR RI
Muslimin Emba/tribunjeneponto.com
Legislator Hanura DPR RI Mukhtar Tompo 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kelangkaan tabung elpiji 3 kg yang terjadi beberapa hari terakhir di Kota Makassar, mengundang perhatian legislator Komisi VII DPR RI Mukhtar Tompo.

Menurutnya, tabung elpiji 3 kg merupakan subsidi negara, dan diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Data pengguna tabung elpiji 3 kg tersebut seharusnya ada dan disesuaikan dengan kuota yang diberikan untuk tiap wilayah dan daerah.

Meski demikian, Mukhtar tak sepenuhnya menyalahkan pihak Pertamina. “Persoalan yang muncul bukan semua dari Pertamina, tapi banyak pelaku usaha yang bermain dan mengelabui Pertamina. Saya minta masyarakat membantu mengawasi pelaku usaha yang nakal. Pertamina tak cukup personil untuk mengawasi semuanya. Jika di temukan persoalan agen dan distribusi yang salah, sampaikan ke kami,” tegas Mukhtar via rilis tertulis ke tribun-timur.com, Selasa (14/11/2017).

Komisi VII, lanjut Mukhtar, memang meminta secara khusus agar ada penertiban agen-agen elpihi 3 kg yang bermasalah. “Bagi saya, tak ada alasan elpiji 3 kg langka, apalagi mahal. Jika semua instrumen berjalan dengan benar sesuai regulasi, maka masyarakat harusnya menikmati fasilitas dari negara ini,” pungkas legislator Fraksi Partai Hanura Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan 1 ini.

Namun Mukhtar menyayangkan fakta di lapangan justru sebaliknya. “Faktanya terbalik, masyarakat masih susah mendapatkan. Jika pun ada, harganya juga tak wajar. Saya dapat informasi malah ada yang menjual dengan harga 150.000 untuk satu tabung 3 kg.

Akibat peristiwa ini, Pertamina yang harus menanggung akibatnya. “Padahal ini terjadi karena ada oknum pengusaha elpiji yang nakal. Aparat keamanan harus bersinergi untuk memberi efek jera bagi mereka yang bermain main,” tutup Mukhtar.(*)

Penulis: Mansur AM
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help