TribunTimur/

NH Aziz

Nurdin Halid: Saya Tak Punya Cukong, Cagub Sulsel Lain?

Nurdin dengan tegas memastikan bahwa dirinya tetap maju karena panggilan rakyat dan hati nurani.

Nurdin Halid: Saya Tak Punya Cukong, Cagub Sulsel Lain?
TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Nurdin Halid di kantin Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Sulsel, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Azis Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Calon gubernur Sulsel usungan partai Golkar, Nasdem dan PPP kubu Djan Faridz HAM Nurdin Halid menyindir rivalnya di Pilgub Sulsel 2018 yang tak konsisten dengan perkataannya.

"Tujuh tahun (Tanribali Lamo) menjadi dirjen, tiga kali gubernur pelaksana tugas. Anak mantan gubernur lagi, tapi dibuang seperti sampah. Bahaya kalau ada cukong," ungkap Nurdin di kantin Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Sulsel, Selasa (14/11/2017).

Cukong diartikan sebagai pemimpin, pengusaha, ketua, bos hingga pemilik. Dia pun menegaskan bahwa AM Nurdin Halid berjalan sesuai mekanisme, tidak punya cukong atau bahasa lainnya.

"Saya tidak tahu seperti itu! Saya jalan sesuai mekanisme. Begintulah jadinya kalau kita punya cukong," kata Nurdin Halid tanpa menyebut nama yang dia sindir itu.

Banyak yang meragukan anda tidak maju bertarung di pilgub, bagaimana anda menyikapi hal itu? Nurdin dengan tegas memastikan bahwa dirinya tetap maju karena panggilan rakyat dan hati nurani.

Dia pun meminta masyarakat untuk menilainya sendiri karena setiap saat ia bersama relawan NH-Aziz turun menemui masyarakat Sulsel.

"Yang besar-besarkan, kalau saya tidak maju kan calon juga yang tidak menginginkan dan melihat Sulsel lebih maju. Tidak ada keraguan saya di KPU. Tak boleh kecurangan berdaulat," kata Nurdin

Hampir sejam AM Nurdin Halid ngopi di kanting Tribun Timur. Pernyataan lebih banyak off the record. Namun Nurdin Halid memastikan manajemen yang ia miliki tidak bisa ditandingi rivalnya.

"Kita harus punya tiga manajemen. Pertama manajemen politik, koperasi dan bola. Yang dimaksud manajemen koperasi adalah gotongroyong dan kebersamaan. Kalau manajemen bola adalah kemampuan seorang merubah strategi dalam keadaan bermain. Kalau politik, malam bedah, siang bedah dan pagi juga beda," kata Nurdin.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help