TribunTimur/

Melarikan Diri Sejak Januari 2017, 3 DPO BNNP Sulbar Berhasil Diringkus

Mereka adalah MT (30), AH (37) dan JM (41), melarikan diri dari tanahan sementara BNNP Sulbar di Jl. Yos Sudarso

Melarikan Diri Sejak Januari 2017, 3 DPO BNNP Sulbar Berhasil Diringkus
nurhadi/tribunsulbar.com
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar, merilis hasil kegiatan operasi penidakan dan pengejaran daftar pencarian orang (DPO) tahanan kasus narkotika yang sempat melarikan dari rumah tahanan BNNP Sulbar, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar, merilis hasil kegiatan operasi penidakan dan pengejaran daftar pencarian orang (DPO) tahanan kasus narkotika yang sempat melarikan dari rumah tahanan BNNP Sulbar, Selasa (14/11/2017).

Mereka adalah MT (30), AH (37) dan JM (41), melarikan diri dari tanahan sementara BNNP Sulbar di Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, sejak tanggal 24 Januari 2017.

MT berhasil diringkus di Jl. Poros Polman - Majene, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, pada tanggal 21 Oktober 2017 sekitar Pukul 01:00 Wita.

Sementara AH diringkus di Jl. M. Said, Gang Kita Blok M, Kelurahan Karang Paci, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sementara JM diringkus di Jl. Ring Road, Kelurahan Laok Bahu, Kecamatan Samarinda Hulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sekita Pukul 13:00 Wita.

Ketiga tersangka berhasil diringkus oleh tim BNNP Sulbar setelah menjadi buronan selama sembilan bulan lamanya dan saat ini ketiga sudah ditahan di ruangan tahanan BNNP Sulbar.

Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol Dedi Sutarya mengatakan, JM merupakan tersangka kasus penunjukan atas kasus penagkapan yang dilakukan oleh BNNP Sulbar terhadap tersangka FS dan EM.

"Mereka melarikan diri dari tanah BNNP Sulbar sejak Januari 2017, karena terus terang saja pada saat itu sel kami darurat tidak standar. Ternyata setelah saya perhatikan antara besi dan besi itu dilas dan ditutupi paket cat dan tidak ketahun dan besi yang dilas itulah yang mereka injak sehingga terlepas dan patah sebanyak empat sehingga mereka berhasil melarikan diri,"jelas Dedi Sutarya dalam kesempatan konferensi pers.

"Sebenarnya empat orang yang melarikan diri, tiga orang sudah berhasil kita tangkap tinggal satu orang dan kabarnya yang satu ini kalau tidak salah ada diluar Sulbar dan tetap akan kita lakukan pengejaran sampai kemanapun," ujarnya menambahkan.

Ketiga tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

"Yang jelas untuk sementara tersangka dikenakan undang-undang tentang narkotika, persoalan apakah ancaman hukuman bertambah karena melarikan diri, itu adalah urusan hakim ketika nanti sudah dilimpahkan kepengadilan karena kami akan buat resume bahwa yang bersangkutan pernah melarikan diri dari tanahan," pungkasnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help