TribunTimur/

Layanan e-KTP Masih 'Desak-dessakan', Ini Kata Akademisi Unhas

Kadisdukcapil Makassar Nielma Palamba mengatakan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini.

Layanan e-KTP Masih 'Desak-dessakan', Ini Kata Akademisi Unhas
HANDOVER
Andi Ahmad Yani, Pakar Kebijakan Publik Unhas

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelayanan smart dan sombere yang selalu diagungkan Walikota Makassar Danny Pomanto hanyalah dibibir saja.

Pelayanan sombere yang dimaknai sebagai sikap rama dalam melayani, dan smart dengan makna cerdas atau pelayana cepat rupanya tidak merata di Pemkot Makassar.

Seperti halnya yang terjadi di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Discapil) Makassar, pada Selasa (14/11), warga terlihat berdesak-desakan hanya untuk mengambil e-KTP.

Pegawai yang bertugas nampak terlihat cuek saja atau mengabaikan kondisi yang tidak patut di pertontonkan kepada publik.

Jargon pemerintah dengan Makassar Jangan Mundur lagi pun menjadi tagihan masyarakat yang menjadi korban desak-dessakan di kantor Disdukcapil Makassar tersebut.

Salah satu korbannya yakni Dosen Administrasi Negara Universitas Hasanuddin Ahmad Yani, ia mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang ada.

"Pelayanan di Discakpul sangat tidak profesional dan tidak bersahabat. Masyarakat hanya dilayani 2 petugas dan bertindak semaunya. Parahnya, tidak ada informasi tentang dokumen yang dibutuhkan," ujarnya.

Lanjut Ahmad Yani, etika pelayanan yang ada di Disdukcapil sangat fatal karena tidak adanya pemisahan antara warga perempuan dan laki laki. Mereka berbaur dan tidak jelas bagaimana pengaturannya karena tidak antri.

Sementara itu, Kadisdukcapil Makassar Nielma Palamba mengatakan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini.

Nielma mengatakan pelayanan di Kantor Disdukcapil Makassar tidak seimbang dengan warga yang akan mengurus administrasi kependudukan.

"Pelayanan tidk seimbang dengan warga yang mengurus. Bayangkan hanya ada tujuh pegwai dengan melayani 500an warga, dan itulah yang terjadi setip hari," katanya.

Nielma mengaku telah menyiasati agar tidak berdesak-desakan tapi tetap saja ada warga yang menyerobot.

Pelayanan yang kerab terjadi gaduh itu terjadi di ruang pengurusan rekam KTP, pindah domisili, pengambilan KTP, dan pencetakan KTP. (*)

Penulis: Saldy
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help