TribunTimur/

Kementan dan Pemkot Makassar MoU Pengembangan Inovasi Pertanian Perkotaan

Kementerian Pertanian bukan hanya fokus pada pedesaan, melainkan juga pertanian di perkotaan, sehingga Kementerian Pertanian turut memberi bantuan

Kementan dan Pemkot Makassar MoU Pengembangan Inovasi Pertanian Perkotaan
HANDOVER
Kementan dan Pemkot Makassar MoU Pengembangan Inovasi Pertanian Perkotaan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar tengah mengembangkan inovasi pertanian perkotaan.

Kerjasama tersebut ditandai dengan lenandatanganan MoU antara Badan Litbang Kementerian Pertanian RI dan Pemkot Makassar tentang pembangunan dan pengembangan pertanian Kota Makassar, di Hotel Grand Asia, Jl Boulevard, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/11/2017).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Muhammad Syakir mengatakan MoU tersebut adalah pengembangan inovasi pertanian untuk perkotaan.

"Jadi sesuai dengan pesan Menteri Pertanian dalam rangka pengembangan pertanian modern di Indonesia. Oleh karena itu ada konsep kawasan rumah pangan lestari yang sama dengan budidaya lorong, itu yang sedang dikembangkan," kata Syakir.

Ia mengatakan, Kementerian Pertanian bukan hanya fokus pada pedesaan, melainkan juga pertanian di perkotaan, sehingga Kementerian Pertanian turut memberi bantuan untuk Pemerintah Kota.

Dalam program ini, Kementerian Pertanian akan membekali masyarakat khususnya warga lorong untuk mengembangkan pertanian.

"Bukan hanya membangun pedesaan tapi juga kota-kota besar seperti Makassar ini, oleh karena itu dibantu juga alat mesin pertanian tadi. Menteri Pertanian sangat menaruh perhatian besar terhadap pertanian di Sulsel, dan Makassar kita bangun, kita latih cara pengolahan," kata dia.

"Jadi nanti warga lorong bukan hanya menanam tapi juga mampu mengolah. Misalnya mengolah tanaman obat sehingga dia mengurangi pengeluaran untuk pengobatan, juga untuk cabe," tambahnya.

Ia melanjutkan, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang juga akan membangun bio industri berbasis lorong.

"Bio industri akan ditanggung Kementan, karena Badan Litbang itu hanya membuat percontohan-percontohan saja. Badan litbang membuat pelatihan wanita tani, karena itu yang banyak mewarnai untuk warga lorong," jelasnya

"Awal anggaran tahun depan kita akan buat bio industri berbasis lorong 2-3 lokasi. Ini cukup bagus, karena memang kota-kota besar memiliki karakteristik namanya pertanian perkotaan seperti sistem pot, atau vertikal garden," pungkasnya. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help