TribunTimur/

Kasus Salah Tangkap Pemuda Alauddin, LBH Makassar Nilai Polisi Mengangkangi Proses Hukum

Kasus salah tangkap yang dialami dua pemuda di Jl Sultan Alauddin, Makassar, menjadi sorotan aktivis pembela HAM.

Kasus Salah Tangkap Pemuda Alauddin, LBH Makassar Nilai Polisi Mengangkangi Proses Hukum
Logo LBH Makassar

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus salah tangkap yang dialami dua pemuda di Jl Sultan Alauddin, Makassar, menjadi sorotan aktivis pembela HAM.

Seperti Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, menilai bahwa jika adanya tindakan seperti itu dilakukan oknum kepolisian, maka menjadi hal umum.

Menurut Firmansyah, salah satu aktivis LBH Makassar, jika memang adanya tindakan seperti itu dilakukan oknum, maka akan menambah daftar kasus.

"Banyak sekali kasus kekerasan di sulsel yang melibatkan oknum, terakhir kasus agung tidak selesai di mapolda," kata Firmansyah, Selasa (14/11/2017).

Diketahui, kasus Agung terjadi pada akhir tahun 2016. Agung diduga alami tindakan kekerasan dilakukan oknum di Rumahnya, Jl Minasaupa, Makassar.

Kasus Agung mulai bergulir di Polda Sulsel sejak awla tahun 2017. Walau kuburan Agung telah digali, jasadnya diotopsi, tapi hasil kini belum keluar.

Diketahui, dua pemuda yang diduga dihajar oknum kepolisian pada tanggal 10 November 2017. Korban bernama, Reynaldi Dwi (21) dan Edwin Putra (21).

Pihak LBH Makassar menilai, tindakan tersebur adalah tindakan premanisme dalam konteks agar penegakan hukum. Namun, bertentangan dengan HAM.

"Pihak kepolisian saat ink cenderung timpang tindih, karena oknum tersebut langkahi proses hukum, mengangkangi proses hukum, lucu," jelas Firmansyah.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help