TribunTimur/

Pilwali Makassar 2018

Bercita-cita Wartawan, Deng Ical Malah Jadi Wakil Wali Kota Makassar

Cita-cita pertamanya adalah menjadi ustad, karena ayahnya Marzuki Ibrahim sering dilihat memberikan ceramah agama

Bercita-cita Wartawan, Deng Ical Malah Jadi Wakil Wali Kota Makassar
HANDOVER
Daeng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal bersama istri.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lahir dari 'keluarga sangat biasa-biasa saja', Syamsu Rizal mengaku tidak pernah bermimpi menjadi Wakil Walikota Makassar.

Cita-citanya yang pertama ingin menjadi ustad, karena ayahnya seorang ustad. Cita-citanya kemudian beberapa kali berubah, tetapi tak pernah bercita-cita menjadi Wakil Wali Kota Makassar.

“Saya kuliah sambil kerja, karena saya memang berasal dari keluarga yang sangat biasa-biasa saja, sehingga cita-cita saya itu banyak, tetapi saya sama sekali tidak pernah bercita-cita menjadi Wakil Walikota Makassar

Cita-cita pertamanya adalah menjadi ustad, karena ayahnya Marzuki Ibrahim sering dilihat memberikan ceramah agama. Kemudian cita-cita berubah.

Daeng Ical kemudian ingin menjadi insinyur. Setelah itu, pria kelahiran Selayar 30 Juni 1973, bercita-cita menjadi wartawan. Terakhir, ia bercita-cita menjadi guru.

“Alhamdulillah saya ngajar pada beberapa perguruan tinggi, tetapi saya tidak pernah menjadi dosen tetap,” ungkap Daeng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal yang terpilih menjadi Wakil Wali Kota Makassar periode 2014-2019 berpasangan dengan Danny Pomanto selaku Walikota Makassar, pada Pemilukada Kota Makassar, September 2013.

Ketika kuliah di Unhas (Universitas Hasanuddin, jurusan Ilmu Komunikasi) Makassar, Syamsu Rizal berhasil memperoleh beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), dengan perjanjian setelah kuliah dirinya harus bersedia menjadi dosen tetap di Unhas.

Setelah kuliahnya rampung, Daeng Ical yang pernah bersekolah di SD Inpres Benteng I Selayar & Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (sore) pada 1979-1985, ternyata tidak tertarik dan tidak bersedia menjadi dosen tetap di Unhas.

“Karena menolak menjadi dosen, saya terpaksa harus mengembalikan uang beasiswa PPA. Setelah kuliah saya rampung, saya kemudian menjadi pengusaha,” kata ayah tiga anak dan suami dari Mellia Fersini SE.

Nasib dan perjalanan hidup kemudian membawanya terjun ke dunia politik. Berkat upaya dan kerja kerasnya, Daeng Ical kemudian terpilih menjadi anggota DPRD Kota Makassar periode 2004-2009.

Pada periode berikutnya, dirinya gagal dalam Pemilu legislatif, tetapi saat itulah dia terpilih menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar.

Sejak mendapat amanah sebagai Ketua PMI Kota Makassar itulah dirinya memperoleh banyak pengalaman dan banyak kesempatan berinteraksi dengan masyarakat Kota Daeng, terutama bila terjadi bencana, seperti kebakaran dan banjir.

“Ketika terjun ke tengah masyarakat itulah saya merasa mendapat apresiasi dan merasa dihargai secara luas. Saya bukan dihargai sebagai pengusaha, atau sebagai anggota dewan (DPRD Kota Makassar, red), tetapi saya dihargai karena saya melakukan kerja-kerja sosial, kerja yang tidak banyak orang melakukannya,” kata Daeng Ical.

Modal sering berinteraksi dan membantu masyarakat itulah yang antara lain membawanya terpilih sebagai Wakil Walikota Makassar (periode 2014-2019) berpasangan dengan Danny Pomanto pada Pelwali Kota Makassar, September 2013 lalu. (*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help