TribunTimur/

Pemilihan Rektor Unhas

Pagi Ini, Tim LPKM UGM Uji Enam Bakal Calon Rektor Unhas

Tim Asesmen berasal dari Lembaga Pengembangan Kualitas Manusia (LPKM) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pagi Ini, Tim LPKM UGM Uji Enam Bakal Calon Rektor Unhas
HANDOVER
Para bakal calon Rektor Unhas periode 2018-2022 berfoto bersama dengan P2R dan MWA Unhas pada pembukaan asesmen di hotel Novotel, Senin (13/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR- Enam bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2018-2022, menjalani tahapan seleksi lanjutan di hotel Novotel Makassar, (13-14/11/2017).

Mereka adalah Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA (Guru Besar Sosiologi Unhas, saat ini menjabat Rektor Unhas), Prof. Dr. Ir. Abrar Saleng, SH, MH (Guru Besar Ilmu Hukum Unhas, saat ini menjabat Ketua Dewan Professor Unhas), Prof. Dr. Muhammad Yunus Zain, SE, MA (Guru Besar Ilmu Ekonomi Unhas, mentan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas).

Selanjutnya, Dr. Eng. Ir. Muhammad Ramli, MT (Dosen Fakultas Teknik Unhas, saat ini menjabat Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Teknik Unhas), Prof. Dr. H. Hamka Naping, MA (Guru Besar Antropologi Unhas, saat ini menjabat Wakil Dekan 2 Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya, Sekolah Paska Sarjana Unhas) dan Dr. Muhammad Ikram Idrus, SE, MS (Dosen Kopertis IX).

Acara pembukaan asesmen oleh panitia Pemilihan Rektor (P2R) dibuka pada pukul 08.00 di Ruang Mangkau, Lt. 2 Hotel Novotel, Makassar. Hadir pada kesempatan ini para bakal calon Rektor Unhas periode 2018 – 2022, Tim Asesmen, Ketua dan jajaran Panitia Pemilihan Rektor, Ketua Senat Akademik, dan Ketua Majelis Wali Amanat.

Tim Asesmen berasal dari Lembaga Pengembangan Kualitas Manusia (LPKM) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Prof Fathurrahman, bersama 3 (tiga) orang asesor yaitu Prof Budi S Wignyosukarto, Fathul Himam dan Siti Sholichah.

Dalam pengantarnya, Ketua P2R, Prof Nasir Nesa mengatakan bahwa proses yang berlangsung pada hari ini merupakan bagian dari tahap penjaringan.

“Kewenangan P2R hanyalah membantu dan memfasilitasi. Keputusan akhirnya ada di MWA. Hasil psikotest ini akan menjadi bagian rekomendasi dalam meneruskan sebagai bakal calon,” kata Prof. Nasir mellaui rilis humas Unhas Ishaq, Senin (13/11/2017).

Sementara itu, Ketua Tim Asesmen dari Fakultas Psikologi UGM, Prof. Fathurrahman, mengatakan bahwa tes asesmen ini merupakan langkah normatif namun strategis dalam setiap proses pemilihan.

“Banyak orang mengira bahwa asesmen psikologi itu adalah tes, sehingga seringkali ada yang bilang ia gugur karena tes psikologi. Padahal tidak demikian. Hasil asesmen psikologi ini menghasilkan gambaran tentang postur psikologis seseorang. Persoalan apakah layak atau tidak, itu tergantung pada kebutuhan dari setiap institusi,” kata Prof Fathurrahman.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help