TribunTimur/

Korupsi Dana Bansos Mamuju Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju, Andi Muh. Hamka, saat ditemui TribunSulbar.com

Korupsi Dana Bansos Mamuju Segera Dilimpahkan ke Pengadilan
nurhadi/tribunsulbar.com
Kajari Mamuju Andi Muh. Hamka 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Kasus korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Kabupaten Mamuju, Sulbar, tahun 2016 yang menyeret mantan bendahara Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Abdullah, akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Mamuju.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju, Andi Muh. Hamka, saat ditemui TribunSulbar.com, dikantor Kejari, Jl. Ks Tubun, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Senin (13/11/2017).

Kasus yang ditengarai merugikan negara sebanyak Rp 7,28 miliar ini, sebelum sudah menyeret mantan Kepada BPKAD Ayyub Yusuf, menjadi terpidana dan saat ini sudah menjalani hukuman penjara di Rutan Mamasa.

"Yang jelas tersangka sudah kita tindaki dan sudah lama menjalani penahanan di Rutan Mamuju. Dalam waktu singkat ini kami akan segera limpahkan ke PN Mamuju untuk disidangkan," kata Hamka kepada TribunSulbar.com.

"Saya sudah perintahkan kasi Pidsus saya, untuk segera merampungkan berkas, agar proses pelimpahan dan persidangannya di pengadilan cepat," ujar Hamka menambahkan.

Sebelumnya tersangka Abdullah telah disangkakan pasal 2 dan pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi.

Abdullah telah diancam hukum paling sungkat 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara berdasarkan pasal 2 dan berdasarkan pasal 3 undang-undang tersebut terancam hukuman penjara paling singkat 1 tahun penjara dan paling lama 7 tahun penjara.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help