TribunTimur/

Cerita Syamsul Chaeruddin Rela Tak Angkat Tropi ISL Bersama Sriwijaya Demi PSM

Klub terakhir yang dibelanya selain PSM yakni Sriwijaya FC yang bahkan mengangkat tropi juara Indonesia Super League (ISL) tahun 2012 lalu

Cerita Syamsul Chaeruddin Rela Tak Angkat Tropi ISL Bersama Sriwijaya Demi PSM
MUH ABDIWAN/TRIBUN TIMUR
Hamka Hamzah memberikan ban kapten kepada Syamsul Chaeruddin saat laga PSM Makassar vs Madura United, Minggu (12/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Soal kecintaan dan kesetiaan terhadap skuat Ayam Jantan dari Timur, kemungkinan besar tak ada yang melampaui Syamsul Chaeruddin sebagai pemain. Meski sempat meninggalkan PSM dan berlabu di Persija Jakarta dan Sriwijaya FC, namun ia tak pernah sekalipun ingin dimainkan saat menghadapi PSM.

Klub terakhir yang dibelanya selain PSM yakni Sriwijaya FC yang bahkan mengangkat tropi juara Indonesia Super League (ISL) tahun 2012 lalu. Saat itu Syamsul bergabung pada putaran pertama.

Namun nasib berkata lain, jika pemain yang identik bernomor punggung 8 itu tetap bertahan untuk putaran kedua, maka itulah kali pertama ia mengangkat piala kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia selama karirnya.

Syamsul Chaeruddin saat laga PSM Makassar vs Madura United, Minggu (12/10/2017)
Syamsul Chaeruddin saat laga PSM Makassar vs Madura United, Minggu (12/10/2017) (MUH ABDIWAN/TRIBUN TIMUR)

Hanya saja, Syamsul bercerita bahwa keputusannya saat itu tak perlu disesalkan. Lantaran tekad dan kebulatan hatinya tetap untuk PSM.

Suami dari Ika KDI itu menceritakan bahwa pada saat putaran pertama ISL 2012 usai ia mendapat telepon secara mendadak. Telepon yang dimaksud tak lain dari sang Ketua Umum PSM kala itu, Sadikin Aksa.

Ia diminta untuk kembali ke PSM yang kala itu bergabung di kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Dengan mantap dan tanpa pikir panjang Syamsul pun mrnyanggupi permintaan itu.

Pemain PSM Makassar Syamsul Chaeruddin (kiri) saat pertandingan antara PSM Makassar melawan Barito Putra dalam lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Selasa (18/7/2017). Pertandingan berakhir seri 1-1 dan mengakhiri rekor PSM selalu menang di kandang. tribun timur/muhammad abdiwan
Pemain PSM Makassar Syamsul Chaeruddin (kiri) saat pertandingan antara PSM Makassar melawan Barito Putra dalam lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Selasa (18/7/2017). Pertandingan berakhir seri 1-1 dan mengakhiri rekor PSM selalu menang di kandang. tribun timur/muhammad abdiwan (TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN)

"Hati tetap PSM, dapat panggilan begitu meskipun saya tahu resikonya tapi saya pilih untuk pulang," tuturnya.

Syamsul menceritakan kepergiaannya dari Sriwijaya FC kala itu secara sembunyi-sembunyi. Ia meninggalkan mess pemain dan terbang langsung ke Makassar pada subuh hari.

"Saya sudah ditelepon-telepon sama manejemen Sriwijaya waktu itu tapi saya nekat. Bahkan sebagian pakaianku tidak saya bawa," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Alfian
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help