TribunTimur/
Home »

Bisnis

» Mikro

Alat di TPM Banyak yang Rusak, ALFI Sulselbar: Penyebab Antre Panjang

Ini terutama efektivitas Container Crane (CC) dan Transtainer Crane yang terdiri dari Rubber Tired Gantry (RTG) transtainer dan Rail Mounted Gantry

Alat di TPM Banyak yang Rusak, ALFI Sulselbar: Penyebab Antre Panjang
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Petugas mengawasi aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (17/10/2017). PT Pelindo IV akan menerapkan sistem Berthing Window atau sistem koneksi antarpelabuhan paling lambat pada akhir 2017 di 9 wilayah kerjanya, yaitu Makassar, Bitung, Ambon, Kendari, Sorong, Jayapura, Merauke, Tarakan dan Ternate. Penerapan sistem tersebut guna menghindari antrean kapal dan penumpukan peti kemas yang aktivitasnya terus tumbuh sejak peluncuran program tol laut. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) Sulselbar, Syarifuddin mengeluh, alat di Terminal Petikemas Makassar (TPM) sering bermasalah.

Ini terutama efektivitas Container Crane (CC) dan Transtainer Crane yang terdiri dari Rubber Tired Gantry (RTG) transtainer dan Rail Mounted Gantry (RMG) transtainer.

"CC hanya tujuh unit, satu tidak bisa beroperasi. Transtainer Crane untuk handling Petikemas di lapangan penumpukan soalnya 6 dari 18 unit rusak," katanya, Senin (13/11/2017).

Nah, bagaimana bisa melayani receving dan delivery dengan baik, bila kondisi alat demikian.

"Akibatnya jelas, bongkar muat Petikemas dari dan ke kapal terhambat. Ini yang membuat kapal jadi antre panjang. Membuat kami rugi," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help