TribunTimur/

Senator Iqbal Parewangi Anggap Muhammadiyah Pegang Kunci Politik Bangsa

Menurutnya, Muhammadiyah sebenarnya sudah sejak dulu ikut berpartisipasi dalam perpolitikan bangsa, meskipun tidak terlibat secara langsung

Senator Iqbal Parewangi Anggap Muhammadiyah Pegang Kunci Politik Bangsa
HASIM ARFAH/TRIBUN TIMUR
Senator Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Iqbal Parewangi menyampaikan pandangannya dalam Silaturahim Kader dalam rangka menyambut Milad Muhammadiyah ke 108, Balai Sidang Unismuh Makassar, Jl. Sultan Alauddin, Sabtu (11/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Senator Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Iqbal Parewangi menyampaikan pandangannya dalam Silaturahim Kader dalam rangka menyambut Milad Muhammadiyah ke 108, Balai Sidang Unismuh Makassar, Jl. Sultan Alauddin, Sabtu (11/11/2017).

Kader Muhammadiyah ini banyak berkiprah di eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Silaturahim Kader itu mengangkat tema “Muhammadiyah dan Pilkada Serentak 2018."

Menurutnya, Muhammadiyah sebenarnya sudah sejak dulu ikut berpartisipasi dalam perpolitikan bangsa, meskipun tidak terlibat secara langsung dalam partai politik.

Baca: Ketua Muhammadiyah Sulsel: Kader Tak Boleh Membawa Muhammadiyah dalam Politik

Namun, banyak kader Muhammadiyah yang telah mendirikan partai politik dan terlibat aktif didalamnya.

“Muhammadiyah perlu mempola kader-kader nya dalam perpolitikan bangsa saat ini. Posisi Muhammadiyah sebagai ormas besar di Indonesia tentunya memiliki kekuatan besar, sehingga meskipun Muhammadiyah tidak berpartai Politik, namun Muhammadiyah-lah yang memegang kunci perpolitikan bangsa," katanya.

Turut hadir dalam acara ini Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi, Ketua DPW Perindo Sulsel Sanusi Ramadan, Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif, dan Ketua DPRD Parepare Kaharuddin. Sejumlah legislator DPRD Sulsel, DPRD Kab/Kota se-Sulsel juga nampak hadir.

Sementara itu, Pengamat Politik Arqam Azikin, mengungkapkan kegelisahannya terkait kiprah politk Muhammadiyah.

“Kalau seperti ini terus jalannya Muhammadiyah, tidak mengambil sikap terhadap partai politik, saya yakin kader Bangsa Muhammadiyah tidak akan terbentuk.

Kenapa kader Muhammadiyah tidak ada di parlemen, atau kurang yang mengisi kursi menteri karena Muhammadiyah tidak terang-terangan mendorong kader bangsa yang potensial,” jelasnya.

Sebagai organisasi besar, lanjut Arqam, Muhammadiyah sudah sepantasnya ikut berpartisipasi aktif dalam dinamika perpolitikan bangsa.

“Muhammadiyah perlu merapatkan barisan dalam menyusun grand design perjuangan politik Muhammadiyah dalam rangka menyelamatkan kondisi bangsa saat ini agar tak kembali pada masa-masa lampau,” kata dosen FISIP Unismuh ini. (*)

Penulis: Muh. Abdiwan
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help