TribunTimur/
Home »

Bisnis

» Makro

Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Turun, Ini Alasannya

Hingga September 2017 perolehan BBNKB sebesar Rp 652 miliar sementara periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 710 miliar

Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Turun, Ini Alasannya
HANDOVER
Kepala Bapenda Sulsel Tautoto TR (tengah) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Namun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mengalami penurunan.

Hingga September 2017 perolehan BBNKB sebesar Rp 652 miliar sementara periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 710 miliar atau mengalami penurunan 8,28 persen dengan nilai sebesar Rp 58 miliar.

Rendahnya perolehan BBNKB karena banyak masyarakat yang lebih memilih membeli kendaraan dari Jakarta dengan alasan pilihan model dan warna lebih banyak serta tidak inden (menunggu).

Alasan lain harganya lebih murah karena dekat dengan pabrik dan tarif BBN di Jakarta lebih murah yakni hanya 10 persen sementara di Sulsel dikenakan tarif BBN 12,5 persen.

Penyebab lainnya yakni masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya di tengah melesunya perekonomian nasional sehingga pembelian mobil baru menurun khususnya di Sulsel.

“Meski pencapaian BBNKB mengalami penurunan pada triwulan III ini, kami optimistis dapat memenuhi target yang dibebankan karena target BBNKB pada APBD perubahan ini mengalami pengurangan sebesar Rp 50 miliar dari Rp 1,037 triliunmenjadi Rp 987 miliar,” ujar Toto sapaanya.

Sedangkan untuk pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) mengalami pertumbuhan 10,38 persen dengan nilai sebesar Rp 38 miliar. Pada triwulan III 2017 realisasinya sebesar Rp 408 miliar sementara tahun lalu periode yang sama sebesar Rp 370 miliar.

Pajak Air Permukaan (PAP) pada triwulan III 2017 juga tumbuh dengan perolehan sebesar Rp 63 miliar sedangkan pada tahun lalu periode yang sama sebesar Rp 55 mikiar atau mengalami kenaikan sebesar 15,71 persen dengan nilai mencapai Rp 8,6 miliar.

Perolehan pajak rokok juga mengalami pertumbuhan sebesar Rp 15,36 persen. Tahun 2016 triwulan III sebesar Rp 275 miliar sedangkan pada tahun 2017 triwulan IIII mencapai Rp 317 miliar. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help