TribunTimur/

LSM Jari Manis Sulbar Gelar Diskusi Lintas Muda, Ini Rekomendasi yang Dilahirkan

Diskusi tersebut dihadiri oleh berbagai Organisasi Kepemudaan, Badan Eksekutif Mahasiswa, LSM dan menghadirkan tiga orang

LSM Jari Manis Sulbar Gelar Diskusi Lintas Muda, Ini Rekomendasi yang Dilahirkan
nurhadi/tribunsulbar.com
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar diskusi lintas pemuda, Jumat (10/11/17) 

Laporan Wartwan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar diskusi lintas pemuda, Jumat (10/11/17).

Kegiatan ini akan dilaksanakan di Warkop Nu Nine, Jl. Andi Makkasau, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulbar, dalam rangka menyambut Hari Pahlawan Nasional ke-72 yang jatuh pada hari Jumat 10 November 2017.

Diskusi tersebut dihadiri oleh berbagai Organisasi Kepemudaan, Badan Eksekutif Mahasiswa, LSM dan menghadirkan tiga orang narasumber.

Tiga narasumber tersebut yakni Yahya Hanafi mantan aktivisi PMII sekaligus mantan Sekertaris PKB Sulbar, Hatta Kainang seorang Pratisi Hukum di Mamuju dan Rio merupakan salah satu tokoh pemuda di Mamuju.

Ketua LSM Jari Manis Sulbar, Ashari Rauf mengatakan, kegiatan tersebut bertujun untuk merefleksi peran pemuda dalam proses pembangunan daerah. Sebab menurutnya ada kekhawatiran saat ini melihat dinamika pemuda dengan banyak ancaman besar yang menyasar masa depan generasi muda.

"Generasi yang akan menjadi pemimpin dimasa akan datang tentu harus mempersiapkan diri secara mental dan pengetahuan agar bisa menjadi leader atau pelanjut kepemimpinan dimasa yang akan datang, oleh perlu kita membangun kesadarkan dengan diskusi seperti ini," kata mantan aktivis PMII Mamuju itu, usai diskusi.

Dengan diskusi, lanjutnya, tentu akan melahirkan banyak perspektif yang positif, untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara khususnya daerah kita di Sulbar.

"Tentu Outputnya adalah, ada rekomendasi yang lahir, salah satunya memang kita sebagai pemuda harus memiliki peran khusus dan ruang tersendiri dalam ruang sosial untuk mendukung percepatan pembangunan daerah. Misal anak muda memiliki ruang khusus untuk memberikan kritik sekaligus solusi terhadap pemangku kebijakan," tuturnya.

Sementara menurut Yahya Hanafi yang hadir menjadi narasumber, bahwa diskusi seperti ini merupakn suatu hal positif karena dari forum seperti ini lahir sebuah gerakan dan transpormasi pengetahui.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help