TribunTimur/

WUPI Ajak Travel Agent Kenali Pasar Tingkatkan Omset

Jika dulu masyarakat mengedepankan kebutuhan primer, sandang dan pangan, pola saat ini justru bergeser kepada leisure

WUPI Ajak Travel Agent Kenali Pasar Tingkatkan Omset
SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR
Manajemen Wupi menghelat Agent Gathering dan market update di Swiss-Belinn Panakkukang Hotel, Kamis (9/11/2017). Dalam acara ini, Pretty Cindy dari Wupi meotivasi owner travel agent untuk meningkatkan omzetnya. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Industri Pariwisata Indonesia saat ini sedang bertumbuh dengan pesat. Menurut Badan Pusat Statistik, terjadi pergeseran pada pola konsumsi masyarakat.

Jika dulu masyarakat mengedepankan kebutuhan primer, sandang dan pangan, pola saat ini justru bergeser kepada leisure, meliputi hospitality (hotel dan restoran) serta rekreasi dan budaya. Hal ini memberikan momentum yang sangat baik untuk industry pariwisata.

Manajemen Wupi menghelat Agent Gathering dan Market Update di Swiss-Belinn Panakkukang Hotel, Kamis (9/11/2017). Dalam acara ini, Pretty Cindy dari Wupi meotivasi owner travel agent untuk meningkatkan omzetnya. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Manajemen Wupi menghelat Agent Gathering dan Market Update di Swiss-Belinn Panakkukang Hotel, Kamis (9/11/2017). Dalam acara ini, Pretty Cindy dari Wupi meotivasi owner travel agent untuk meningkatkan omzetnya. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR)

Jumlah penumpang pesawat melonjak selama Januari-Juli 2017, data menunjukkan penumpang domestik mencapai 50,5 juta orang atau naik 10,75 persen. Sementara jumlah penumpang internasional mencapai 9,5 juta orang atau naik 14,15 persen.

Data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) (26/10) memprediksikan omset Travel online ternama tahun 2016 sebesar Rp 2,4 trilliun. Namun tidak demikian untuk para Travel Agent konvensional. Kebanyakan justru terpaksa atau terancam gulung tikar.

Faktanya, seiring dengan pertumbuhan kelas menengah, peningkatan usia produktif dan pengguna internet saat ini yang meningkat menjadi 133 juta mendorong perubahan konsumen dalam membeli perjalanan. Efek yang terjadi adalah adalah kenaikan konsumsi konten perjalanan digital yang signifikan.

Manajemen Wupi menghelat Agent Gathering dan market update di Swiss-Belinn Panakkukang Hotel, Kamis (9/11/2017). Dalam acara ini, Pretty Cindy dari Wupi meotivasi owner travel agent untuk meningkatkan omzetnya. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Manajemen Wupi menghelat Agent Gathering dan market update di Swiss-Belinn Panakkukang Hotel, Kamis (9/11/2017). Dalam acara ini, Pretty Cindy dari Wupi meotivasi owner travel agent untuk meningkatkan omzetnya. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR)

Menyikapi perubahan ini, WUPI mengajak rekan-rekan travel agent mempelajari perilaku konsumen “Jaman Now” melalui gathering yang diadakan di Swiss-Bellinn Panakkukang, Kamis (9/11/2017).

Dalam kesempatan ini WUPI membuka wawasan travel ageng konvensional bagaimana mereka dapat memahami Konsumen “Jaman Now” yang pola konsumsinya bergeser dari “goods-based consumption” (barang tahan lama) menjadi “experience-based consumption” (pengalaman).

“Kami melihat konsumen ‘Jaman Now’ menyenangi hal yang bersifat experience. Jadi bagi travel agent, jangan jual tiket sebagai komoditi tapi jual experiencenya waktu beli di travel anda.” Ujar Pretty Cindy dari WUPI.

“Memang Online Travel Agent telah merubah belanja perjalanan, tetapi bukan berarti travel agent konvensional sudah selesai ceritanya. Justru kita juga harus berkembang mengikuti zaman “ Pretty melanjutkan. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help