TribunTimur/

Buruh Bakal Gugat UMK Kota Makassar Jika Pemkot Tetap 'Bandel'

Dalam rekomendasi tersebut pemerintah kota mengusulkan nominal upah buruh senil Rp 2.722.642.

Buruh Bakal Gugat UMK Kota Makassar Jika Pemkot Tetap 'Bandel'
HANDOVER
Ketua Federasi Serikat Buruh Kamiparho, Andi Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Azis Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Surat rekomendasi pengupahan Makassar yang akan diajukan ke Gubernur Sulsel untuk disahkan telah dikeluarkan, buruh akan menggugat jika disahkan.

Dalam rekomendasi tersebut pemerintah kota mengusulkan nominal upah buruh senil Rp 2.722.642.

Menurut Ketua Federasi Serikat Buruh Kamiparho, Andi Kurniawan menyatakan, hal tersebut tidak sesuai dan menabrak Undang-Undang No 13 Tahun 2013 tentang ketenaga kerjaan dan penataan upah.

"Pemerintah Kota Makassar hanya menetapkan upah berdasarkan PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan yakni sebesar 8,71 persen, keputusan tersebut sangatlah tidak berpihak kepada kepentingn buruh dan berpihak pada kepenting pemodal atau kapitalisme," tegas Kurniawan dalam rilisnya ke Tribun Timur, Kamis (9/11/2017).

Pihaknya juga menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi tolak ukur kegagalan pemerintah Kota Makassar jika usulan tersebut disahkan.

Keluarnya surat rekomendasi tersebut, menurut Kurniawan, pemerintah kota melalui dinas tenaga kerja menunjukkan ketidak berpihakannya kepada buruh.

"Padahal saat sidang pengupahan, empat wakil buruh di dewan pengupahan sudah menyatakan tidak menerima dan memilih untuk meninggalkan sidang namun tetap saja rekomendasi tersebut dikeluarkan," katanya.

"Hal ini sangat jelas telah menabrak UU No 13 Tahun 2003. Seharusnya Pemkot mempertimbangkan kebutuhan hidup layak dan pertumbuhan ekonomi daerah dan inflasi sebesar 11,6 persen" jelas Ketua Federasi Serikat Buruh Kamiparho ini.

"Kami hanya meminta untuk menetapkan upah minimal berdasarkan pertumbuhan ekonomi daerah dan inflasi 11,6 persen, jika tidak kami akan melakukan aksi besar-besaran dan akan menggugat di Pengadilan Tata Usaha Negara," tegas Kurniawan.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help