TribunTimur/

Kenapa Diklat Guru se-Sulsel Bayar Rp 4,7 Juta? Agar Uang Sertifikasi Tak Hanya Untuk Cicil Mobil

Dengan 4 sumber pendapatan resmi, merujuk data kami di disdik provinsi, rata-rata seorang guru golongan III dan IV di Sulsel terima Rp130 juta/tahun

Kenapa Diklat Guru se-Sulsel Bayar Rp 4,7 Juta? Agar Uang Sertifikasi Tak Hanya Untuk Cicil Mobil
edi/tribunbantaeng.com
Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui UPT Pengembangan Diklat Pendidik dan Tenaga Kependidikan menggelar Diklat fungsional guru mata pelajaran Bahasa Inggris, 9-23 November 2017.

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui UPT Pengembangan Diklat Pendidik dan Tenaga Kependidikan menggelar Diklat fungsional guru mata pelajaran Bahasa Inggris, 9-23 November 2017.

Diklat tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga Kependidikan, melalui peningkatan kreativitas dan inovasi setiap pendidik dan tenaga kependidikan.

Namun, ada yang menarik dari diklat tersebut, yakni pungutan sebesar Rp 4,7 juta yang dibebankan kepada para peserta diklat.

Dalam surat edara itu, pungutan atau biaya diklat sesuai aturan.

Aturan  yang dirujuk adalah Peraturan Daerah (Perda) No 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum di Sulsel.

Bahkan salah seorang guru, memosting surat yang ditujukan kepada UPT Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota melalui akun sosmed facebook miliknya.

Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui UPT Pengembangan Diklat Pendidik dan Tenaga Kependidikan menggelar Diklat fungsional guru mata pelajaran Bahasa Inggris, 9-23 November 2017.
Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui UPT Pengembangan Diklat Pendidik dan Tenaga Kependidikan menggelar Diklat fungsional guru mata pelajaran Bahasa Inggris, 9-23 November 2017. (edi/tribunbantaeng.com)

Baca: Guru di Pinrang Keluhkan Biaya Diklat Rp 4,75 Juta, Ini Instansi Pelaksananya

Koordinator Pengawas (Korwas) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Nur Laely Basir membuka Rapat Konsolidasi Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) di Aula 2 Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulsel, Jl AP Pettarani Makassar, Jumat (20/1/2017).
Koordinator Pengawas (Korwas) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Nur Laely Basir membuka Rapat Konsolidasi Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) di Aula 2 Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulsel, Jl AP Pettarani Makassar, Jumat (20/1/2017). (TRIBUN TIMUR/HASRUL)

Koordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Nur Laely Basir menjelaskan bahwa dana tersebut sebagai biaya selama mengikuti Diklat.

"Itu untuk diklat guru yang dilakukan dalam upaya peningkatan kompetensi, mereka harus menggunakan Tunjangan Profesi Guru (sertifikasi) untuk tujuan diklat itu." ujarnya, Rabu (8/11/2017).

Halaman
123
Penulis: Edi Hermawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help