TribunTimur/

Bawa Sabu 205,68 Gram, Kurir Narkoba Diringkus di Mamuju Utara

Begitu melintas lanjutnya, personil mengejar kendaraan tersebut dan berhasil menghentikan tepat dibundaran

Bawa Sabu 205,68 Gram, Kurir Narkoba Diringkus di Mamuju Utara
nurhadi/tribunsulbar.com
Kepolisian Resort (Polres) Mamuju Utara, Polda Sulbar, berhasil meringkus kurir narkoba bernama Ardiansyah (25), Selasa (7/11/2017). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Kepolisian Resort (Polres) Mamuju Utara, Polda Sulbar, berhasil meringkus kurir narkoba bernama Ardiansyah (25), Selasa (7/11/2017).

Ardiansyah merupakan warga Jl. Cempae Nomor. A4 RT. 003/RW. 005, Kelurahan Wattang, Kecamatan Soreang, Kota Pare-para, Sulsel, berhasil diringkus berdasarkan berdasarkan informasi dari warga bahwa akan melintas seorang kurir narkoba diwilayah hukum Polres Mamuju Utara, membawa narkotika jenis sabu-sabu menggunakan kendaraan umun.

"Begitu mendengar informasi tersebut, personil kami langsung melakukan pengintaian dilapangan terhadap ciri-ciri kendaraan yang digunakan oleh tersangka sekitar pukul 07.30 wita yang dicurigai melintas di Jl. Soekarno Hatta Mamuju Utara," kata Kapolres Mamuju Utara AKBP Made Ary Pradana, via whatsapp Kepada TribunSulbar.com, Rabu (8/11/2017) usai gelar kasus.

Begitu melintas lanjutnya, personil mengejar kendaraan tersebut dan berhasil menghentikan tepat dibundaran smart Pasangkayu.

"Setelah dilakukan penggeledahan dan memeriksa barang bawaan terhadap salah seorang penumpang yang dicurigai, alhasil ditemukan barang bukti dalam tas ransel penumpang bernama Ardiansyah sebanyak satu bungkus plastik besar berwarna hitam yang terbungkus rapi menggunakan lakban berisi empat bal saset narkotika jenis sabu," jelasnya.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui empat bal sabu-sabu tersebut memiliki berat sebanyak 205,68 Gram.

"Menurut pengakuan tersangka ia telah diperintahkan salah seorang DPO kasus narkoba bernama Vocal di kota pare-pare. Ia mengaku meminjam uang dari saudaranya karena ditawarkan untuk mengatar barang tersebut menuju kota palu dengan bayaran sebesar Rp.10 juta namun berhasil kita gagalkan di Pasangkayu," ungkapnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help