Masyarakat Enrekang Tolak Tambang Marmer, Ini Tanggapan Syahar Alrif

Masyarakat Enrekang yang tergabung dalam Forum Penyelamat Buntu Bantu mendatangi Fraksi Nasdem DPRD Sulsel

Masyarakat Enrekang Tolak Tambang Marmer, Ini Tanggapan Syahar Alrif
HASIM
Masyarakat Enrekang yang tergabung dalam Forum Penyelamat Buntu Bantu mendatangi Fraksi Nasdem DPRD Sulsel, Sekretariat DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Senin (6/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Masyarakat Enrekang yang tergabung dalam Forum Penyelamat Buntu Bantu mendatangi Fraksi Nasdem DPRD Sulsel, Sekretariat DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Senin (6/11/2017).

Terlihat menerima mereka ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulsel Muslimin Salam, Sekretaris Fraksi Nasdem Pendy Bangadatu, Anggota Arum Spink dan Syahar Alrif.

Ketua Forum Buntu Bantu, Idham Khalid mengatakan masyarakat Desa Lunjen dan Pasui, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, Sulsel, menolak tambang batu marmer ini karena merusak cagar budaya, situs tertua di Enrekang, Kerajaan Tallulembang Batu Papan.

"Selain itu, tak ada persetujuan dari masyarakat setempat terkait tambang ini," kata Idham.

Ia menegaskan kepada pemerintah untuk mencabut izin tambang PT Agung Bungi Grup karena menambang di lokasi cagar budaya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Nasdem, Syahar Alrif akan mengecek langsung tambang ini.

"Ini adalah bagian dari dapil saya, pasti saya akan kroscek langsung," kata Sekretaris Nasdem Sulsel ini.

Sementara itu, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulsel, Muslimin Salam menegaskan perlu ada rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas ESDM.

"Kita akan gelar bearing segera," katanya. (*).

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved