TribunTimur/

Tribun Nongki

Kadisdik Sulsel: Ujian Nasional Harus dari Kelas 2 SMA

Apalagi, saat ini ada 16 mata pelajaran yang harus diikuti siswa dan ada 4 mata pelajar pilihan

Kadisdik Sulsel: Ujian Nasional Harus dari Kelas 2 SMA
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Tibun Nongki bersama Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo (None). digelar di lantai dua Cafe The Level, Jl Penghibur, Ujung Pandang, Kota Makassar, Senin (6/11/2017) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo mengaku, evaluasi siswa melalui Ujian Nasional seharusnya pada saat kelas 2 SMA.

Karena menurutnya, evaluasi atau ujian nasional yang selama ini dilakukan tiap tahun pada saat siswa SMA kelas 3, itu tidak perlu dilakukan, dan segera diganti.

"Ujian nasional itu jangan di kelas tiga, harusnya di kelas 2. Jadi kelas 1 sma itu disiapkan, kelas 2 ujian dan kelas 3 bisa diperbaiki," kata Irman saat acara Tribun Nongki di The Level, Senin (6/11/2017).

Apalagi, Irman mengaku saat ini ada 16 mata pelajaran yang harus diikuti siswa dan ada empat mata pelajar pilihan, dan empat mata pelajaran ini yang nanti diuji.

Akhirnya, sistem evaluasi dari guru ke siswa akan jadi sia-sia. Karena waktu siswa sudah selesai di kela tiga SMA.

"Ini tidak, jadi kelas satu dan dua siswa disuruh untuk belajar, pas kelas tiga itu siswa diuji. Kapan siswa bisa perbaiki salah jika ia salah saat ujian," lanjutnya.

Selain itu, diharapkan juga. Kedepannya sekolah bisa diberi leluas, agar sekolah bisa membimbing sesuai dkebutuhan anak didiknya, tapi jangan didikte.

Persoalan anak didik, Irman sebutkan jika hasil karya dari seorang sisiwa dinilai dengan angka dan huruf, maka psikologi anak tentu akan terganggu.

"Bayangkan, kredibilitas kita waktu sekolah atau peserta didik distandarkan dengan angka, bisa jadi psikologi anak terganggu, ini harus diperbaiki," ujarnya.

Makanya, Irman YL mengatakan dalam beberapa waktu belakangan ini dia dan beberapa stakjolder untuk merancang, bagaimana kepribadian anak didik. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help