TribunTimur/

BPK: Proyek Cetak Sawah Kementan-TNI Clear dan Naik 400%

Kementan dan TNI berhasil membuka lahan pertanian seluas 126.437 hektare.

BPK: Proyek Cetak Sawah Kementan-TNI Clear dan Naik 400%
HANDOVER
Wakil Ketua IV BPK Prof Dr M Rizal Djalil MA (59), usai bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (48 tahun) dan Kepal Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono di kantor Kementan Jakarta, Senin (6/11/2017) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA— Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin (6/11/2017), mengumumkan hasil audit negara atas proyek pencetakan sawah Kementerian Pertanian yang melibatkan TNI-AD tahun 2015 dan 2017 lalu, clear dan tidak menyisakan bengkalai keuangan.

Penegasan BPK ini dikemukakan Wakil Ketua IV BPK Prof Dr M Rizal Djalil MA (59), usai bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (48 tahun) dan Kepal Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono di kantor Kementan Jakarta, Senin (6/11/2017) siang.

Bahkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kerja sama dengan TNI dalam program cetak sawah sejak tahun 2014 justru meningkat 400 %  hingga tahun 2017.

Kepada Tribun, menyebutkan Kementan dan TNI berhasil membuka lahan pertanian seluas 126.437 hektare.

"Cetak sawah naik 400 persen kenaikan tertinggi dalam sejarah," kata Amran di Kementan, Jakarta Selatan, siang tadi.

Cetak sawah, kata Amran, merupakan kegiatan sinergi dengan TNI yang pelaksanaannya bergantung pada UUD Nomor 34 Tahun 2004 dan Instruksi Presiden RI Nomor 5 Tahun 2011. Di mana aturan tersebut mengatur tentang pengamanan produksi beras nasional dalam menghadapi iklim ekstrem.

"Dan pengamanan produksi dapat dibantu TNIbilamana kondisi iklim yang ekstrem," kata Amran.
Menurut Amran, umumnya keberhasilan cetak sawah per tahun tidak signifikan hanya mencapai 24 ribu. Paling tinggi, kata Amran, pada 2016, yang meningkat 97,67 persen yaitu 129.076 hektare.

"Nah sekarang, hasil evaluasi cetak sawag 2016 per 31 Oktober 2017 menunjukkan sawah seluas 126.437 hektare sudah dapat dimanfaatkan petani," tegas Amran. (*)

Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help