TribunTimur/

Tribun Nongki

Tiga Tahun Dampingi Danny Pomanto jadi Wali Kota, Ini Curhatan Indira Jusuf Ismail

Indira juga curhat soal keluarganya yang kini mulai tak seperti dulu lagi, apalagi setelah sang suami sibuk mengurus Kota Makassar.

Tiga Tahun Dampingi Danny Pomanto jadi Wali Kota, Ini Curhatan Indira Jusuf Ismail
ALFIAN
Ketua PKK Makassar, Indira Jusuf Danny Pomanto, bersama tim kreatif narasumber Tribun Nongki di Gedung Tribun Timur Makassar, Jumat (3/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail menghadiri acara Tribun Nongki bersama First Lady of Makassar, di kantor Tribun Timur Makassar, Jumat (3/10/2017).

Indira datang bersama puluhan anggota PKK Kota Makassar, Kombes Perempuan dari 15 kecamatan, dan juga beberapa ketua RT/RW perempuan di Kota Makassar.

Pada acara yang berlangsung santai itu, Indira banyak menceritakan suka dukanya selama tiga tahun mendampingi suaminya Moh Ramdhan Pomanto sebagai Wali Kota Makassar.

"Saya sudah menemani Bapak tiga tahun ini. Saya cuma berusaha membantu apa yang bapak cita-citakan dan programkan. Tugas kami mensuport apa yang dicita-citakan. Tapi itu tak bisa jika tanpa bantuan Ibu-ibu PKK, dan organisasi pemerintahan lingkup Kota Makassar," ujar Indira.

Indira mengungkapakan, meski saat ini banyak yang menganggap kepemimpinan suaminya cukup sukses, namun ia tak mau bangga dan berharap terus dapat ditingkatkan.

"Walaupun belum sempurna, tapi kita harap ini bisa berlanjut dan kita sempurnakan. Alhamdulillah keterlibatan dalam program yang diluncurkan itu luar biasa. Kita tak boleh bangga, masih banyak yang harus kita sempurnakan untuk menjadikan Makassar dua kali tmbah baik," tutur Ibu tiga anak ini.

Indira juga curhat soal keluarganya yang kini mulai tak seperti dulu lagi, apalagi setelah sang suami sibuk mengurus Kota Makassar.

"Awalnya cukup diprotes sama anak saya, tapi saya ingatkan bahwa anak saya harus mendoakan ayah karena ini amanah dari Tuhan," ucap dia.

"Meaki sibuk, saya selalu sampaikan ke bapak soal kondisi anak-anak. Setelah tiga tahun, sisa anak kesua yang selalu menelpon, ia tidak protes soal kesibukan kami, tapi saya nilang ke bapak, mungkin kita harus perhatikan anak-anak," tambah Indira.

Ia juga menceritakan, sebelum suaminya menjadi wali kota, kebiasaan mereka mengantar jemput anak-anaknya ke sekolah.

"Sekarang tidak bisa lagi, paling cuma dijemput, tapi anak-anak pun akhirnya mengerti. Saya selaku Ibu harus memberi pengertian ke anak-anak saya," imbuhnya.

"Kenyataannya memang kita tak punya waktu lagi seperti dulu, tapi kita tutupi dengan tetap berkomunikasi lewat telepon," pungkasnya. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help