TribunTimur/

Buka PKD GP Ansor Majene, Ini Pesan Pimpinan Pusat GP Ansor

Ketua PW GP Ansor Sulbar, Sudirman AZ dalam sambutannya menyampaikan, GP Ansor merupakan salah satu organisasi

Buka PKD GP Ansor Majene, Ini Pesan Pimpinan Pusat GP Ansor
nurhadi/tribunsulbar.com
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Majene, menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulbar. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, TUBO SENDANA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Majene, menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulbar.

Pembukaan kegiatan tersebut akan berlangsung, Kamis (2-6/11/2017) dihadiri sejumlah tokoh seperti Anggota DPD RI KH. Muhammad Syibli Sahabuddin, Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Mas'ud Saleh, Kepala Depag Majene Dr. H. Adnan Nota dan Kapolres Majene AKBP Asri Effendy.

Rektor Unasman Dr. Hj Chudriyah, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sulbar Sudirman AZ, Kasatkorwil Banser Sulbar M. Anshar, para Ketua PC Ansor se Sulbar, Kasatkorcab Banser se Sulbar serta tokoh masyarakat, tokoh Agama, dan ratusan para peserta PKD Ansor Majene.

Ketua PW GP Ansor Sulbar, Sudirman AZ dalam sambutannya menyampaikan, GP Ansor merupakan salah satu organisasi kepemudaan yang intens melakukan kegiatan pengkaderan. di Sulbar.

Oleh, kata Sudirman, tidak salah jika ia mengatakan bahwa satu-satunya organisasi kepemudaan di Indonesia yang tidak pernah tidur untuk melakukan kegiatan kaderisasi adalah GP Ansor.

Menurut dosen STAI Al-Azhary Mamuju itu, GP Ansor dalam menjalankan manhaj organisasi sangatlah jelas. Salah satu yang penting dilakukan GP Ansor adalah mempertahankan NKRI dan Pancasila, sekaligus menjaga apa yang telah diamalkan oleh ulama dan kyai Nahdlatul Ulama (NU).

"Jadi GP Ansor itu jelas. Olehnya, saya berharap kepada seluruh peserta agar serius dalam mengikuti proses kaderisasi, agar menjadi generasi Ansor yang membanggakan," harapnya.

Pimpinan Pusat GP Ansor yang diwakili Mas'ud Saleh, dalam kesempatannya mengungkapkan persoalan generasi kekinian, utamanya generasi zaman 'Now' dan milenial haruslah dibekali dengan baik utamanya dalam ilmu-ilmu keagamaan.

"Salah satu ciri generasi Now atau disebut generasi milenial, mereka tak lepas dari teknologi. Hampir dipastikan ilmu pengetahuannya atau sumber pengetahuannya 60 persen berbasis internet. Kemudian lebih banyak dihabiskan di cafe. Fenomena belajar agama lewat internet itu membawa dampak yang mengkhawatirkan, utamanya pola komunikasi generasi sehingga membutuhkan penanaman ilmu yang matang," ujar Mas'ud Saleh.

"Dulu dan sekarang ini beda. Dulu, orang tua kita mampu membaca tanda-tanda alam, dan bisa mendapat informasi. Sekarang ini sudah berbeda semua generasi lewat internet atau smartphone sehingga mengabaikan tanda-tanda alam," lanjutnya.

Ia berharap, kader GP Ansor di Sulbar tak kalah dalam menggunakan kemajuan teknologi saat ini. tentu dengan cara-cara elegan dan mengedukasi publik.

"Kita harus kuasai teknologi dan menggunakan secara positif, seperti dimanfaatkan dalam dunia pendidikan dan edukasi kepada masyarakat. Ini menjadi bagian dari tugas-tugas kader, bukan malah menghabiskan waktu nongkrong di warkop," tuturnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help