TribunTimur/

Hadir di Makassar, Akatara Pacu Investasi di Dunia Perfilman

Roadshow Akatara diperlukan untuk sosialisasi acara kepada khalayak perfilman Indonesia, investor, serta masyarakat umum.

Hadir di Makassar, Akatara Pacu Investasi di Dunia Perfilman
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Akatara sebagai pitching forum dan matchmaking antara film makers dari project film Indonesia dengan investor di Makassar, Kamis (2/11/2017). Roadshow Akatara Makassar tidak hanya dihadiri Fadjar Hutomo, tapi juga dihadiri Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Selatan, Zulkarnaen Arief, Wakil Ketua Umum HIPMI Sulawesi Selatan Fajrin Fahrezi, Perwakilan Badan Perfilman Indonesia, Alex Sihar dan Agung Sentausa; Sutradara Uang Panai Andi Matuju, serta film makers, investor, maupun masyarakat yang tertarik pada perfilman Indonesia. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Akatara sebagai pitching forum dan matchmaking antara film makers dari project film Indonesia dengan investor di Makassar, Kamis (2/11/2017).

Sebanyak 40 project film terpilih akan mengikuti acara yang digelar di Jakarta 15-16 November mendatang. Dimana, 12 project film di antaranya berkesempatan pitching di hadapan investor dan pemegang kunci industri perfilman.

Roadshow Akatara diperlukan untuk sosialisasi acara kepada khalayak perfilman Indonesia, investor, serta masyarakat umum.

Permodalan industri kreatif didominasi oleh modal mandiri dan hanya di bawah 1 persen yang didanai modal ventura. Maka, Bekraf mempertemukan pembuat project film dengan investor yang tertarik mendanai project film Indonesia pada acara ini.

“Meskipun PDB dari subsektor film di bawah 1 persen, tetapi sub sektor ini memiliki HKI paling tinggi yaitu 21,08 persen berdasarkan data BPS. Maka, kami gelar Akatara untuk menjembatani pertemuan film makers dengan investor. Harapannya, bisa mendorong perkembangan perfilman Indonesia melalui akses permodalan investor,” ujar Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Perfilman di Indonesia terlihat bangkit dari jumlah produksi film yang dihasilkan pada tahun 2015 yang mencapai 127 judul dengan rata-rata pembuatan film selama 6-12 bulan. Akses permodalan yang luas memperbesar peluang perfilman Indonesia untuk
lebih maju.

Roadshow Akatara Makassar tidak hanya dihadiri Fadjar Hutomo, tapi juga dihadiriKetua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Selatan, Zulkarnaen Arief, Wakil Ketua Umum HIPMI Sulawesi Selatan Fajrin Fahrezi, Perwakilan Badan Perfilman Indonesia, Alex Sihar dan Agung Sentausa; Sutradara Uang Panai Andi Matuju, serta film makers, investor, maupun masyarakat yang tertarik pada perfilman Indonesia.

Perwakilan BPI, Alex Sihar mengakui belum ada skema investasi perfilman yang mapan di Indonesia. Menurutnya, investor juga perlu diedukasi karena investasi di film tidak sama dengan subsektor lain dengan resiko yang berbeda.

“Kami seleksi 40 project film yang dianggap paling visible bertemu dengan skema investasi. Banyak sekali investor yang sudah melakukan investasi kepada film, tapi belum menemukan yang cocok seperti apa, atau bahkan gagal, atau ada yang mau masuk tapi tidak tahu caranya,” kata Alex.

Penilaian project film yang terpilih pada Akatara antara lain dari sisi sinopsis dan ide cerita, timeline produksi, budget, business projection, dan portofolio. 

Ke-40 project film ini terdapat pada katalog yang dibagikan kepada investor yang tertarik berinvestasi pada perfilman Indonesia.

Perwakilan Badan Perfilman Indonesia, Agung Sentausa menambahkan Akatara berupa networking, matchmaking, dan pitching day untuk film makers dan investor.

“Perlahan-lahan membuat investor lebih mengerti dan mamahami apa yang mereka lakukan (investasi pada subsektor film),” ujar Agung.

Bekraf mengundang stakeholder perfilman nasional, antara lain perusahaaan film (Big Studios) Indonesia, investor nasional dan internasional, angel investors, brand managers, filantrofi, buyer lokal dan internasional, distributor, agensi, exhibitor, KADIN, dan Himpunan PengusahaMuda Indonesia yang tertarik mengembangkan perfilman Indonesia pada Akatara pertengahan November ini. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help