Warga Tidung 9 Stapak 5 Protes Pembangunan Tower oleh Mitratel, Ini Tuntutannya

Karena tak ada action, dipaparkan Lidya, warga setempat pun berinisiatif melapor ke DPRD Makassar dan diterima oleh Komisi C

Warga Tidung 9 Stapak 5 Protes Pembangunan Tower oleh Mitratel, Ini Tuntutannya
int
www.tribun-timur.com 

Makassar, Tribun - Sejumlah warga yang tinggal di Tidung 9 Stapak 5 besar memprotes adanya pembangunan tower yang dilakukan oleh PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) di wilayahnya. Pasalnya, warga setempat tidak pernah merasa menyetujui adanya pembangunan tower tersebut.

"Awalnya anak dari pak RW 11 mendatangi beberapa rumah di wilayah kami sekitar bulan Maret lalu, untuk meminta tanda tangan persetujuan pengadaan CCTV di daerah pemukiman kami. Otomatis warga setuju termasuk saya, namun seiring pembangunan ternyata yang dibangun adalah tower dengan tinggi 30 meter dan berat sekian ton, didirikan diatas got kecil di pinggir jalan," papar Lidya, salah seorang warga.

"Keberatan ini awalnya kami sudah laporkan ke ibu lurah kami (Lurah Mappala Agusnawati), dan diaminkan oleh beliau bahwa ada kesalahan prosedur pada waktu meminta tanda tangan warga dan diakui oleh anak pak RW si peminta tanda tangan warga. Namun setelah laporan tersebut belum ada action dari beliau," tambahnya.

Karena tak ada action, dipaparkan Lidya, warga setempat pun berinisiatif melapor ke DPRD Makassar dan diterima oleh Komisi C  dan dipertemukan oleh pihak Mitratel selaku pendiri tower.

"Dari pertemuan itu pun mengaminkan adanya beberapa kesalahan prosedur yang dilakukan oleh pihak Mitratel baik dari segi AMDAL, perizinan tidak sesuai peraturan, dan komisi C berjanji kalau pihak Mitratel tak memberikan jalan keluar atas tuntutan warga maka tower akan dirubuhkan, namun sekali lagi tidak ada action dari hasil pertemuan kami ini. Bahkan, semalam pihak Mitratel membawa alat untuk mengaktifkan tower  padahal sesuai kesepakatan terakhir tidak boleh ada pergerakan apapun tuk tower ini," ujarnya.

"Tuntutan kami Mitratel sosialisasi kembali ke warga mengenai pembangunan tower ini. Berapa lama, apa dampaknya bagi warga, dan lainnya, dan meminta tanda tangan persetujuan kembali warga dengan cara jujur. Jika ada yang tak setuju berarti tak bisa dilanjutkan pembangunannya," tambah Lidya.

Warga setempat khawatir tower tersebut akan membahayakan warga, karena lokasinya dan ketakutan akan radiasinya.(*)

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pemerintah setempat.

Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help