Akhir Tahun, Seperti Ini Wajah Pantai Pasangkayu Mamuju Utara

Agus mengatakan, di areal tersebut nantinya akan terdapat sejumlah fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung

Akhir Tahun, Seperti Ini Wajah Pantai Pasangkayu Mamuju Utara
nurhadi/tribunsulbar.com
Proyek revitalisasi pantai Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulbar, ditergetkan rampung akhir tahun 2017. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, PASANGKAYU - Proyek revitalisasi pantai Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulbar, ditergetkan rampung akhir tahun 2017.

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 30 miliar dari APBN ini akan menjadi ikon baru di kota Pasangkayu dan dirancang menjadi area publik yang bisa digunakan sebagai saran rekreasi sekaligus olahraga.

Hal itu disampaikan Bupati Mamuju Utara, Agus Ambo Djiwa, saat meninjau lokasi proyek tersebut, Selasa (31/10/2017).

Agus mengatakan, di areal tersebut nantinya akan terdapat sejumlah fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung seperti areal untuk berjalan kaki dan joging, sejumlah lapangan olahraga seperti lapangan bola voli dan bola basket, juga area kuliner. Agar tampak asri, maka areal ini juga akan dilengkapi taman bunga.

"Pantai ini akan tampak indah dan menarik dengan adanya sejumlah fasilitas nantinya. Dalam bayangan saya, pantai ini akan dijadikan mirip dengan pantai di Singapura supaya berbeda dengan yang ada di daerah lain di Indonesia. Mudah-mudahan bisa terealisasi karena saat ini tengah dikerjakan secara bertahap. saat ini areal yang dibangun sekitar 789 meter dengan total panjang pantai hampir 3 kilometer. Secara bertahap akan kita bangun semua," jelas Agus.

Ia menyebutkan, dari total anggaran Rp 30 miliar yang dikucurkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) terbagi dalam dua tahap yakni Rp 15 miliar untuk tahap pertama tahun 2017, lalu Rp 15 miliar untuk tahap berikutnya tahun 2018.

"Tapi, kalau tahap pertama sudah rampung, kawasan ini sudah bisa dinikmati karena bagian-bagian penting sudah selesai. Untuk tahap keduanya sisanya saja. Pihak pelaksana proyek menargetkan tanggal 18 November sudah selesai. Jadi, perayaan malam tahun baru 2018 sudah bisa dipusatkan di sini, sekaligus launching perubahan nama Kabupaten Mamuju Utara menjadi Kabupaten Pasangkayu," ungkap Agus.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Sulbar ini menambahkan, untuk melengkapi fasilitas di kawasan pantai tersebut. Maka akan dibangun sebuah musolah di bibir pantai. sehingga selain dimanfaatkan sebagai wisata, masyarakat juga bisa beribadah jika berkunjung ke tempat tersebut.

"Nanti ada musolah juga di sini supaya orang yang datang juga bisa sekaligus beribadah kalau waktu Sholat tiba. Nanti dipikirkan bagaimana desain musolah itu. Mungkin dibutuhkan anggaran sekitar 5 miliar untuk pembangunan musolah itu. Tahun depan mudah-mudahan anggarannya bisa kita perjuangkan," kata Agus.

Untuk mendukung proyek peningkatan kawasan Pantai Pasangkayu melalu dana APBN, ini maka Pemkab Matra juga menganggarkan pembangunan lansekap di sekitar kawasan tersebut sebesar Rp 5 miliar.

"Untuk mendukung agar lebih cantik, maka kita akan anggarkan sendiri lansekapnya melalui APBD. Nantinya akan rampung bersamaan pada akhir tahun ini," ujar Agus.

Kegiatan peningkatan kawasan pantai Pasangkayu yang sumber dananya berasal dari APBN 2017 total nilai kontraknya Rp 14,043 M dikerjakan selama 180 hari kerja dimulai dari tanggal 19 Mei 2017. Proyek ini dikerjakan oleh PT Tahta Pratama Sejati.

Sedangkan proyek pembangunan lansekap pantai Pasangkayu yang sumber dananya dari APBD 2017 nilai kontraknya adalah Rp 5,595 M dengan masa kerja mulai 3 Agustus hingga 30 Desember 2017. Proyek ini dikerjakan oleh PT Alam Lintas Indonesia.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help