TribunTimur/

Executive GM PT Toyota: Pasar Otomotif Nasional Optimis Tumbuh

Bahkan tahun 2018, Fransiskus proyeksi pertumbuhan atau daya serap pasarnya akan semakin meningkat.

Executive GM PT Toyota: Pasar Otomotif Nasional Optimis Tumbuh
HANDOVER
Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto (kiri) dan Manager Public Relations TAM Rouli Sijabat (kanan) tengah mendengar penjelasan dari Product Knowledge TAM Gandhi Ahimsaputera (kedua kiri) dan Manager Product Planning Development TAM Indra Madyana (Kedua kanan) mengenai mobil C-HR yang merupakan compact crossover pertama Toyota, di booth Toyota pada perhelatan GIIAS 2017, di ICE BSD City, Serpong, Banten 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA -Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiskus Soerjopranoto, optimis trend pasar otomotif nasional masih akan terus membaik di penghujung tahun 2017.

Bahkan tahun 2018, Fransiskus proyeksi pertumbuhan atau daya serap pasarnya akan semakin meningkat.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiskus Soerjopranoto, menyampaikan ini dalam kunjungan disela-sela acara Tokyo Motor Show di Jepang via rilis ke Tribun, Jumat (27/10/2017).

Terbukti dari beberapa pabrikan juga kian giat menaikkan industrinya di sektor otomotif dari hulu hingga hilirnya.

“Saya yakin ke depan akan semakin baik. Beberapa wilayah seperti Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan yang sebelumnya sempat tertekan secara pasti dan perlahan akan bangkit di sisa waktu tiga bulan ini jelang akhir 2017 dan awal tahun 2018.

Ketiga kepulauan ini adalah penghasil tambang dan produk unggulan CPO tersebut.” kata Soerjopranoto.

Sebagai gambaran salah satu indikator, lanjut Soerjopranoto, kuat pendorong agregat pasar otomotif nasional adalah kenaikan harga batubara di pasar dunia sudah.

Saat ini, harga bautubar sudah mencapai sekitar US $ 92/ton atau setara dengan Rp 1.233 juta.

"Ini jelas merupakan peluang kebangkitan ekonomi bagi wilayah-wilayah yang selama ini hidup dari tambang, seperti Sulawesi dan Kalimantan, yang selama ini sangat mungkin tertekan pasarnya. Wilayah itu tidak bertumbuh karena aktivitas ekonomi mereka lesu sebagai dampak dari menurunnya harga batubara," kata

Halaman
123
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help