TribunTimur/

Ombusman Sulbar Temukan Banyak Praktek Pungli di Sekolah, Begini Modusnya

Modus pungli di bidang pendidikan dilakoni guru maupun ASN Dinas Pendidikan.

Ombusman Sulbar Temukan Banyak Praktek Pungli di Sekolah, Begini Modusnya
nurhadi/tribunsulbar.com
Kepala Ombudsman Sulbar, Lukman Umar 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Ombudsman Sulbar menemukan banyak praktek Pungutan Liar (Pungli) di bidang pendidikan.

Hal itu diutarakan Kepala Ombudsman Sulbar, Lukman Umar, kepada TribunSulbar.com saat ditemui di d'Maleo Hotel, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Rabu (25/10/2017).

"Pendidikan ini lebih banyak Pungli, kami menyampaikan ini berdasarkan laporan masyarakat yang masuk di Ombudsman," kata Lukman.

Modus pungli di bidang pendidikan dilakoni guru maupun ASN Dinas Pendidikan.

Hanya saja, hampir sebagian besar kasus ditangani Ombudsman Sulbar berada di ranah sekolah.

Baca: Ombudsman Sulbar Minta Panwascam Libatkan Masyarakat

"Kalau di Dinas Pendidikan itu sering kita dengar cerita tapi korbannya tidak mau melapor karena takut diintimidasi," kata Lukman.

Pungli di sekolah biasanya berkedok pembayaran yang tidak jelas dan berlebihan, uang perpisahan, penulisan rapor siswa dan penulisan ijazah.

"Pernah kami menemukan salah satu sekolah yang siswanya membayar Rp 1,1 Juta. Namun telah dikembalikan karena menjadi temuan Ombudsman dan tidak berdasar," ucap Lukman.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help