TribunTimur/

Kasus Sewa Lahan Negara di Buloa

Sidang Molor 8 Jam, PLT Sekda dan Camat Tamalate 'Kabur'

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi sewa lahan negara yang mendudukan Asisten 1 Pemkot Makassar ditunda pekan depan.

Sidang Molor 8 Jam, PLT Sekda dan Camat Tamalate 'Kabur'
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi sewa lahan negara yang mendudukan Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kota Makassar, M Sabri dan dua warga Rusdin serta Jayanti ditunda pekan depan. Penundaan persidangan lantaran empat saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) meninggalkan Pengadilan Negeri Makassar, Senin (24/10/2017) tanpa mengikuti proses persidangan. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi sewa lahan negara yang mendudukan Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kota Makassar, M Sabri dan dua warga Rusdin serta Jayanti ditunda pekan depan.

Penundaan persidangan lantaran empat saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) meninggalkan Pengadilan Negeri Makassar, Senin (24/10/2017) tanpa mengikuti proses persidangan.

Keempat saksi ahli dimaksud Pelaksana Tugas Sekda Pemkot Makassar, Bakso Amiruddin, Camat Tamalate, Hasan Sulaiman (mantan camat Tallo), dan dua saksi ahli, Sri winarsi (ata hukum agraria) dan Siswo Sujanto.

"Saya dengan informasi sudah pulang semua,"kata Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Bonar Hariandja saat memimpin sidang, Senin (23/10/2017) malam.

Para saksi ini meninggalkan ruang persidangan karena mereka lelah menunggu hampir enam jam lebih. Mereka datang sejak pukul 10.00 Wita, namun sampai pukul 16.00 Wita sidang belum dimulai.

"Mereka pulang satu satu, karena kita datang sejak pukul 10 tapi belum dimulai," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kamaria.

Molornya persidangan itu, disebabkan majelis hakim yang menyidangkan perkara baru datang sejak habis salat Magrib. Majelis hakim itu antara lain Bonar Hariandja, Abd Razak dan Cenning Budiana.

"Kami mohon dengan kondisi yang terjadi, sebab majelis hakim lain banyak sidang perkara yang ditangani sehingga tidak bisa bersatu menyidangka perkara," kata Bonar saat menyampaikan mohon maaf. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help