Ini Cerita Mantan Santri Asal Pinrang, Sudah Kunjungi 17 Negara

Hal ini telah dirasakan Omi Ongge, mantan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mazra'atul Akhirah, Kabupaten Pinrang

Ini Cerita Mantan Santri Asal Pinrang, Sudah Kunjungi 17 Negara
st hamdana/tribunwajo.com
Omi Ongge saat masih nyantri (kiri) dan saat wisuda di University College London, Inggris. 

Laporan Wartawan TribunWajo.com, St Hamdana Rahman

TRIBUNWAJO.COM, TEMPE - Bisa berkunjung ke luar negeri karena prestasi tentu hal membanggakan bagi setiap orang.

Apalagi bisa tinggal di luar negeri dan telah mengunjungi 18 negara di empat benua, tentu hal luar biasa yang diimpikan banyak orang.

Hal ini telah dirasakan Omi Ongge, mantan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mazra'atul Akhirah, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Omi sapaan akrabnya, pertama kali menginjakkan kaki di luar negeri saat menjadi salah satu peserta presentasi pada konferensi perdamaian di Polandia 2010 silam.

Adapun negara yang pernah dikunjunginya di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Prancis, Maroko, Belanda, Belgia, China, Jepang, dan lain-lain.

Saat dikonfirmasi TribunWajo.com, Senin (23/10/2017), alumnus Uiversitas Muhammadiyah Jogjakarta ini mengatakan sedang berjuang meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) di Universitas Bristol, Inggris.

Lanjutnya, Juli tahun ini ia menyelesaikan pendidikan masternya yang ke dua di University College London, jurusan Etika dan Pemerintahan Global.

Tahun 2014 lalu, ia meraih master pertamanya di jurusan Hubungan Internasional, Universitas Metropolitan London, Inggris.

"Nyantri di Ponpes selama enam tahun menempa saya jadi pribadi mandiri dan disiplin. Kuliah di dua tempat bersamaan itu berkat kedisiplinan. Dan saat ini saya menjadi tulang punggung bagi dua adik yang masih di sekolah menengah, berkat dilatih mandiri," ujarnya.

"Hal paling menyedihkan ketika orangtua tidak dapat melihat saya di posisi sekarang karena mereka telah dipanggil Tuhan karena sakit, saat adik saya semua masih kecil," kata pemuda peraih dua kali beasiswa LPDP tersebut.

Dia pun memberi motivasi kepada santri lainnya agar bisa berprestasi lebih baik dari dirinya.

"Di pesantren, semua ilmu kita pelajari. Ilmu umum, terlebih ilmu agama. Santri harusnya bisa lebih berprestasi dibanding siswa dari sekolah umum," papar putra pasangan H Ongge dan Hj Mia yang lahir di Pinrang, 24 Juni 1990 tersebut.

Penulis: St Hamdana Rahman
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved