Bantuan Kementerian Dipakai Beli Ruko, Pengawas Koperasi Dijebloskan ke Penjara

Menurut A. Irfan Sowondo ditahan selama 20 hari kedepan untuk kepentingan proses penyidikan

Bantuan Kementerian Dipakai Beli Ruko, Pengawas Koperasi Dijebloskan ke Penjara
net
ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR -Pengawas Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Sowondo dijeblokan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar.

Ia ditahan setelah setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) tahun 2011-2013.

"Tersangka Sowondo sudah Ditetapkan selaku pengawas. Dan kami sudah tahan sejak Kamis lalu," kata Kepala Kejaksaan Cabang Negeri Makassar, A. Irfan, Minggu (22/10/2017).

Menurut A. Irfan Sowondo ditahan selama 20 hari kedepan untuk kepentingan proses penyidikan, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan guna disidangkan.

Sowondo ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam penyalagunaan penyaluran bantuan dana sebesar Rp 2 miliar yang tidak sesuai dengan peruntukanya.

Modusnya, KSP itu mendapat dana LPDB tahun 2013 sebanyak Rp 2 miliar namun tidak disalurkan sesuai peruntukan.

Bantuan yang diperoleh semestinya digunakan untuk kepentingan masyarakat justru digunakan demi kepentingan pribadi, yakni membeli ruko.

Tidak hanya itu, Koperasi itu yang menerima bantuan ini adalah koperasi abal abal. Koperasi segaja dipalsukan dokumennya demi mendapatkan bantuan dana bergulir dari LPDB pusat.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help